Friday, June 12, 2026
HomeSeni dan BudayaAda Makna Filosofi Dalam Tradisi Seserahan di Jawa

Ada Makna Filosofi Dalam Tradisi Seserahan di Jawa

Published on

- Advertisement -spot_img

Menurut tradisi Jawa, seserahan merupakan salah satu wujud pemberian hadiah dari keluarga calon pengantin pria untuk calon istri atau pasangan hidupnya. Isi serta bentuknya bermacam-macam dan masing-masing memiliki nilai atau makna filosofi yang berbeda-beda. Jadi bukan untuk menunjukkan kemewahan apalagi pamer kekayaan. Jika ingin tahu, berikut ini beberapa contohnya:

1. Perlengkapan Ibadah

Bagi calon pasangan yang beragama Islam, wajib mengasih perlengkapan ibadah seperti rukuh, sajadah, Alquran, dan sebagainya. Sedangkan yang menganut ajaran lain dapat menyesuaikan. Pemberian ini merupakan wujud doa dan harapan bagi kedua mempelai agar sesudah menikah nanti selalu taat pada ajaran agama.

2. Perhiasan

Menurut budaya Jawa, pemberian perhiasan dalam acara seserahan mengandung pesan bahwa istri harus mampu hadir sebagai cahaya kehidupan di keluarganya. Berdasarkan alasan inilah perhiasan tersebut biasanya terbuat dari emas atau logam mulia karena mampu memancarkan sinar yang lebih indah dan berkilau.

3. Busana

Barang lain yang ada dalam tradisi seserahan adalah busana beserta perlengkapan lain seperti kain jarik, selendang, hingga pakaian dalam. Pada umumnya sebelum diberikan, semua barang ini ditata sedemikian rupa hingga membentuk burung, kupu-kupu, dan lainnya sebagai simbol kemakmuran. Tetapi khusus pakaian dalam, mengandung pesan suami istri harus dapat saling menjaga martabat.

5. Sepatu dan Tas

Alas kaki terutama sepatu juga jadi salah satu seserahan yang wajib diberikan dalam seserahan. Ini merupakan simbol bahwa pasangan calon pengantin harus selalu melangkah bersama untuk menghadapi segala masalah dan rintangan setelah hidup bersama dalam biduk rumah tangga. Selain itu ada tas sebagai lambang suami punya kewajiban memenuhi semua kebutuhan istri dan anak-anaknya.

6. Alat Kecantikan

Maksud dari pemberian alat kecantikan atau kosmetik adalah harapan dari calon pengantin pria agar wanita yang kelak jadi istrinya bisa merawat diri dan berpenampilan menari. Namun tentu saja, pihak pria juga punya kewajiban memenuhi keperluan pasangannya agar tidak hanya bisa cantik secara lahiriah saja, melainkan juga batiniah.

7. Makanan

Makanan merupakan seserahan berikutnya dan biasanya diberikan dalam bentuk bahan seperti beras, gula, hingga bumbu masakan. Selain itu ada yang menambahi dengan berbagai kue dan roti. Pemberian ini adalah simbol bahwa calon mempelai pria memiliki kesungguhan hati untuk menjadikan calon istrinya sebagai pasangan hidup.

8. Buah-Buahan

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, buah adalah pangan atau makanan yang bisa memberi kebaikan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam keluarga. Sehingga yang diutamakan adalah buah segar dan dimasukkan dalam wadah berhias pita warna-warni agar kedua calon pengantin punya semangat tinggi mengarungi bahtera rumah tangga.

Itulah sederet barang yang paling kerap diberikan dalam acara seserahan menurut tradisi Jawa. Meskipun merupakan kebudayaan lama, hingga sekarang masih banyak yang mempertahankan pranata ini. Hanya saja seiring perkembangan zaman, tak sedikit yang memodifikasi agar bisa terlihat lebih kekinian tanpa meninggalkan subtansinya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...