Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaCandi Mendut, Objek Wisata Sejarah Yang Usianya Lebih Tua Dari Candi Borobudur

Candi Mendut, Objek Wisata Sejarah Yang Usianya Lebih Tua Dari Candi Borobudur

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Semua pasti tahu Magelang punya objek wisata sejarah yang sangat termasyur di seluruh dunia, apalagi kalau bukan Candi Borobudur. Pada sisi lain mungkin banyak yang belum mengerti, dalam jarak sekitar 3 km saja dari candi Budha terbesar tersebut ada candi lain yang tidak kalah menarik dikunjungi, yakni Candi Mendut.

Selaras dengan penyebutannya, Candi Mendut terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Candi ini adalah salah satu rangkaian tiga candi yang terdiri dari Candi Borobudur, Pawon, dan Mendut. Semua berada dalam satu garis lurus pada arah utara – selatan.

Kisah Masa Lalu

Berdasarkan keterangan yang tertulis di prasasti Karangtengah peninggalan tahun 824 Masehi, Candi Mendut dibangun pada era Raja Indra dari dinasti Syailendra. Di masa tersebut bangunan suci ini dinamakan Wenuwana yang mengandung arti hutan bambu. Catatan ini memunculkan kesimpulan, Candi Mendut memiliki usia lebih tua daripada Candi Borobudur.

Tinggi bangunannya mencapai 26,4 meter berupa segi empat dan berdiri di atas batu setinggi 2 meter dengan bahan utama pembuatan berupa campuran batu bata dan batu andesit. Atapnya terdiri dari 3 tingkat berhias stupa kecil berjumlah 48.

Ketika ditemukan pertama kali pada tahun 1896, sebagian besar bagian bangunannya berhasil didapatkan kecuali atap. Kemudian pada tahun 1897 – 1904, ada pemugaran yang dilanjutkan dengan rekontruksi pada tahun 1908 oleh pemerintah Hindia Belanda. Saat rekontruksi inilah berhasil dilakukan perbaikan pada atap dan pemasangan kembali stupa.

Sama seperti candi Budha lainnya, di zaman dulu Candi Mendut punya fungsi sebagai tempat berdoa atau pemujaan dan pendidikan ajaran Budha. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya sejumlah relief yang berisi kisah-kisah Jataka atau kehidupan masa lalu Sang Budha sebelum menjadi Sidharta Gautama.

Menjadi Objek Wisata

Fungsi sebagai tempat ibadah ini masih berlaku sampai sekarang, namun pada sisi lain Candi Mendut juga sudah lama dikembangkan jadi objek wisata. Saat berkunjung ke sini, wisatawan dapat menyaksikan relief yang masih lengkap. Selain menggambarkan kehidupan Sang Budha, ada relief lain yang memuat ajaran kehidupan dari lahir hingga meninggal.

Keberadaan arca yang tersebar di beberapa titik area juga menjadi daya tarik tersendiri karena memiliki penampakan sangat indah dan unik. Sebagian besar merupakan arca perwujudan Sang Budha dalam berbagai posisi seperti sedang berkhotbah, menolong manusia, dan sebagainya.

Panorama alam di sekitar candi juga menarik dinikmati. Bahkan jika ingin keliling desa sambil menyusuri sawah dan menyaksikan kehidupan penduduk dan budaya lokal setempat, sekarang telah tersedia sepeda sewa. Demikian pula apabila mau menginap, khususnya bagi pengunjung dari daerah lain, sangat mudah menemukan penginapan dengan harga ekonomis.

Karena ini jika lagi liburan, tidak ada salahnya menyempatkan diri berwisata ke Candi Mendut. Apalagi objek wisata sejarah ini cocok untuk semua kalangan, sehingga dapat datang bersama keluarga.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...