Saturday, February 14, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaPuncak Hari Jadi Kota Solo ke-278 Gelar Opera Adeging Kutha Sala

Puncak Hari Jadi Kota Solo ke-278 Gelar Opera Adeging Kutha Sala

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Puncak hari Jadi Kota Solo ke-278 dirayakan dengan menggelar Opera Kolosal Adeging Kutha Sala. Acara ini dimulai pukul 20.00 WIB di Halaman Balaikota Solo (17/2/2023). Walaupun sempat turun hujan tapi masyarakat tetap antusias menyaksikan.

Opera kolosal Adeging Kutha Sala merupakan tarian kolosal yang menceritakan sejarah berdirinya Kota Solo. Ini menjadi salah satu cerita sejarah yang bertujuan untuk mengingatkan kembali masyarakat tentang kisah berdirinya Kota Solo.

Cerita dimulai dengan suasana zaman kerajaan. Keraton lama di Kartasura ditinggalkan pindah ke sebuah desa bernama Sala. Selanjutnya, Sala resmi dijadikan pusat pemerintahan kerajaan Mataram Islam. Wilayah tersebut juga disebut Kutha atau Kuthagara.

Selain itu pertunjukan opera ini juga memberikan pemahaman kepada generasi penerus bangsa supaya tidak melupakan sejarah, sehingga generasi muda akan tahu asal mula Kota Solo. Lalu, masyarakat dapat bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surakarta dalam membangun kota menjadi semakin baik.

Hari jadi Kota Solo juga dirayakan dengan berbagai event menarik lainnya seperti Festival Jenang, Kirab Boyong Kedaton, Hiburan Rakyat Sriwedari dan Opera Adeging Kutha Sala. Untuk Festival Jenang  diselenggarakan di dua tempat yaitu di Koridor Ngarsopuro Solo mulai pukul 08.00-11.00 WIB dan Pameran Puro Mangkunegaran Solo mulai pukul 08.00-17.00 WIB.

Festival jenang tahun ini diikuti oleh 110 peserta dari berbagai komunitas masyarakat dan para peserta festival menyajikan berbagai jenis jenang. Ada 15 ribu takir jenang yang dibagikan secara gratis.

Sedangkan, Kirab Boyong Kedathon diselenggarakan pada hari yang sama mulai pukul 15.00 WIB dengan rute Koridor Jalan Gatot Subroto menuju ke Balaikota Solo. Kirab ini diikuti oleh raja Keraton Surakarta Hadiningrat, anggota kerajaan, prajurit musik keraton, rombongan pembawa pusaka keraton, sanggar tari Kota Solo dan lainnya. Menurut sejarah, kirab Boyong Kedaton adalah proses perpindahan pusat Kerajaan Mataram Islam dari Keraton Kartasura ke Keraton Surakarta Hadiningrat di Desa Sala.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

MMKSI dan SUN Motor Grup Resmikan Relokasi Dealer SUN Star Motor Kartasura, Fasilitas Lebih Lengkap dan Nyaman

Soloevent.id - PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) bersama SUN Motor Grup...

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

FIESTIVAL 2026 Digelar Februari – April 2026 Usung Tema “Semarak Resonasi Karya”

Fiesta Radio FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menggelar FIESTIVAL 2026, sebuah agenda tahunan...

More like this

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....