Saturday, September 26, 2026
HomeWhat's On SoloKeren, Car Free Night Akan Kembali Digelar Pada Malam Pergantian Tahun

Keren, Car Free Night Akan Kembali Digelar Pada Malam Pergantian Tahun

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Malam pergantian tahun di Kota Solo akan menghadirkan suasana meriah kembali. Beda dengan dua tahun sebelumnya yang cuma berlalu begitu saja tanpa ada perayaan akibat pandemi covid-19, kali ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan kembali mengadakan Car Free Night (CFN).

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabumingraka telah memberi sinyal untuk menyetujui gelaran tersebut. Bahkan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta sudah mulai menyiapkan diri untuk menghadapi event ini terutama terhadap hal-hal yang berkaitan pengaturan lalu lintas.

Boleh Menyalakan Kembang Api, Tapi Jangan Petasan

Gibran menyatakan, perayaan malam tahun baru di Solo akan diselenggarakan seperti sebelum ada pandemi covid-19. Bahkan Pemkot juga telah menyiapkan kembang api untuk menyemarakan malam pergantian tahun tersebut. Sedangkan pelaksanaan dan pengaturannya akan dilaksanakan oleh panitia khusus.

Gibran menegaskan pula, pengawasan sangat dibutuhkan di acara ini untuk memberi jaminan agar semua event di CFN malam tahun baru tidak hanya dapat berjalan lancar, saja, tapi juga aman, nyaman dan meriah. Semua lapisan masyarakat boleh menggelar pesta, kecuali menyalakan petasan atau mercon, long bumbung, dan sejenisnya.

Sementara itu Kepala Dishub Kota Surakarta, Taufik Muhammad menyampaikan jika pihaknya telah mengadakan pembahasan konsep acara tersebut bersama dinas terkait, terutama dengan dinas pariwisata. Mulai dari penataan panggung, hingga titik mana saja yang akan dijadikan tempat untuk menggelar hiburan.

Pengaturan Lalu Lintas

Menurut rilis dari radarsolo.jawapos, sebelumnya setiap tahun CFN selalu diadakan di sepanjang Jl. Slamet Riyadi dan dimulai dari perempatan Purwosari sampai Gladak. Akan tetapi untuk tahun ini, kemungkinan besar akan diperpanjang hingga Jl. Jenderal Sudirman.

Berdasarkan inilah Taufik juga mengungkapkan perlunya pengaturan lalu lintas yang lebih matang, termasuk penentuan waktu untuk menutup jalan. Terlebih dalam waktu yang hampir bersamaan di Solo terdapat beberapa event budaya lain seperti Festival Bendung Karet Tirtonadi, Pesta Rakyat Simpedes oleh BRI, dan sebagainya.

Selain itu yang tak kalah penting dan harus menjadi perhatian adalah penyediaan area parkir kendaraan. Selama CFN berlangsung, semua jenis kendaraan bermotor tidak boleh masuk ke Jl. Slamet Riyadi dan Jl. Jenderal Sudirman kecuali sepeda genjot, sehingga semua harus jalan kaki.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

Solo International Performing Arts 2026 Tegaskan Surakarta sebagai Kota Budaya Dunia

Surakarta (09/09/2026) – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali hadir dengan semangat baru,...