Wednesday, October 7, 2026
HomeBisnisGenerasi Y Rentan Resign, Tiga Cara Ini Bisa Mengatasinya

Generasi Y Rentan Resign, Tiga Cara Ini Bisa Mengatasinya

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Biar sukses menjadi pemimpin di zaman now itu caranya bagaimana, sih? Hal tersebut dibahas di seminar “Leadership Jaman Now “ yang diadakan di Graha Solo Raya, Senin (8/7/2019). Seminar ini merupakan rangkaian dari Indonesia Marketeers Festival (IMF) yang diselenggarakan di Kota Solo selama dua hari, Senin-Selasa (8-9/7/2019). IMF digelar oleh MarkPlus, Inc.

Seminar ini menghadirkan Vice Association MarkPlus, Inc Yosanova Savitry sebagai pembicara. Nova menjelaskan bahwa diperlukan beberapa tips untuk memimpin sebuah tim yang anggotanya berasal dari generasi atau cakupan umur yang beragam.

Apalagi saat memimpin generasi Y (orang-orang yang lahir di era ’90-an, yang rata-rata umurnya di bawah 30 tahun) diperlukan pendekatan berbeda karena pada dasarnya generasi Y ini adalah kelompok yang memiliki begitu banyak ide dan semangat tinggi.

Namun, kelemahan generasi Y adalah mudah memutuskan resign jika merasa tidak nyaman dengan tekanan dari atas. Makanya, generasi sebelumnya yaitu baby boomer (50 tahun ke atas) dan generasi X (umur 39/40) perlu penyesuaian terhadap mereka.

Jika  hal tersebut tidak bisa diatasi, kemungkinan bisa terjadi generation gap yang membuat produktivitas dan efisiensi kerja menurun. Nova memberikan tiga cara untuk mengatasinya. “Saling memahami kegelisahan masing-masing generasi, menyesuaikan gaya, dan saling mengevaluasi diri,” tuturnya.

Di akhir seminar, Nova menyimpulkan bahwa pemimpin yang diperlukan di era sekarang ini adalah pemimpin yang hybrid atau fleksibel seperti tiga cara yang disebutkan di atas.

Seminar ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo. Mewakili Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo yang berhalangan hadir, Achmad Purnomo  menyampaikan pesan tertulis dari Rudy yang berharap melalui acara seminar ini dapat memberikan pengaruh besar bagi roda bisnis di Kota Bengawan.

“Sebagai kota dengan penduduk terpadat di Jawa Tengah, sekitar 12.000/km, Kota Solo merupakan kota dagang yang ramai dan diharapkan pula melalui seminar ini dapat memberikan tips-tips unit bisnis di Kota Bengawan, khususnya dari segi kepemimpinan sehingga dapat memberikan sebuah kepuasan yang tinggi untuk para pelaku bisnis,” ujar Achmad.



Di hari kedua, Indonesia Marketeers Festival bakal menggelar seminar lagi. Diadakan di The Sunan Hotel Solo, Deputy Chairman MarkPlus, Inc. Jacky Mussry akan membocorkan “5 Gebrakan Penjualan 2019: Sales Naik, Brand Apik”.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

More like this

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...