Friday, February 13, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaTema Festival Payung Indonesia 2019 Terinspirasi dari Zaman Dahulu

Tema Festival Payung Indonesia 2019 Terinspirasi dari Zaman Dahulu

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Festival Payung Indonesia akan memasuki musim keenam. Tahun 2019 ini, “Sepayung Daun” dipilih sebagai tema. Tema tersebut terinspirasi dari zaman dahulu. Ketika itu, untuk melindungi diri dari panas dan hujan, orang-orang menggunakan daun sebagai payung. Bahkan, hal itu terpampang dalam relief salah satu candi di Jawa Timur.

“Ini membuktikan bahwa ide payung sudah melekat dengan peradaban manusia sejak lama,” jelas Ketua Pelaksana Festival Payung Indonesia Heru Presetya, saat ditemui Soloevent, Rabu (12/6/2019).

Sejak 2018, Festival Payung Indonesia (FPI) diselenggarakan di luar Kota Solo. Event kali ini digelar di Candi Prambanan.  Pemilihan tersebut didasari karena di area Candi Prambanan terdapat pohon besar yang menaungi pengunjung, sehingga sesuai dengan tema. “Selain itu, Festival Payung Indonesia selalu menyorot situs-situs bersejarah,” terangnya.

Lewat FPI, Heru mengajak masyarakat untuk memahami keberagamaan budaya Nusantara. Dia menyampaikan bahwa payung selalu melekat  pada momen-momen sakral di Indonesia, mulai dari kelahiran anak, pernikahan, upacara kematian, hingga upacara-upacara adat. “Festival ini juga menjadi pengingat kepada masyarakat mengenai esensi payung dalam peradaban manusia,” ucap Heru.



Dia mengungkapkan bahwa selain sebagai hiburan dan tontonan, Festival Payung Indonesia juga memiliki nilai edukasi untuk membuka wawasan masyarakat mengenai keberagaman budaya Nusantara. Nantinya, beragam jenis payung khas Indonesia akan ditampilkan. Pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan para pengrajinnya.

Catat, ya, FPI 2019 bakalan dihelat di Lapangan Mandala Garuda Candi Prambanan, 6-8 September 2019.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

FIESTIVAL 2026 Digelar Februari – April 2026 Usung Tema “Semarak Resonasi Karya”

Fiesta Radio FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menggelar FIESTIVAL 2026, sebuah agenda tahunan...

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

More like this

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....