Friday, August 7, 2026
HomeBisnisMengulik Puasa Ramadan di Era Kolonial

Mengulik Puasa Ramadan di Era Kolonial

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Seperti apa, ya, puasa Ramadan di Tanah Air pada zaman kolonial? Sabtu (11/5/2019), dosen pengajar Program Sejarah IAIN Surakarta, Martina Safitry, M.A coba membedahnya dalam acara Ngabuburit di RBK yang diselenggarakan di Rumah Budaya Kratonan.

Martina menerangkan bahwa semasa Ramadan, siswa yang belajar di sekolah yang didirikan pemerintah Belanda mendapat libur selama 39 hari untuk menjalankan ibadah puasa.

Belanda sebenarnya memberi kebebasan menjalankan ibadah puasa Ramadan, tapi terbatas, di mana ada larangan untuk mengadakan salat Tarawih berjamaah. Itu terjadi sebelum 1929.

Belanda melarangnya karena menilai hal itu dapat memicu tindakan makar. Izin berpuasa oleh pemerintah Belanda juga didasari pada antisipasi gerilya massa yang dilakukan masyarakat  Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Sampai akhirnya Belanda memperbolehkan melakukan salat Tarawih bersama, tetapi lokasinya ditentukan.



Saat Idul Fitri, perayaannya pertama kali digelar di Masjid Agung Bandung pada tahun 1926. Perayaan Lebaran kala itu dihadiri oleh komunitas pedagang Arab dan Bumiputera. Tahun 1939, pemerintah Belanda kembali mengeluarkan izin menggelar salat Idul Fitri berjamaah di kantor Kabupaten Bandung.

Mengenai penetapan waktu Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, pemerintah Belanda tidak ikut campur dan menyerahkan semua kepada lembaga atau organisasi yang menaungi masyarakat Islam saat itu. Belanda hanya melakukan pengawasan saja.

“Dalam perayaan menyambut Ramadan, masyarakat era kolonial –  khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur – menggelar beragam acara yang masih kental dengan kultur Hindu Budha,” papar Martina

Acara Ngabuburit di RBK diadakan kelompok mahasiswa Program Sejarah  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta selama bulan Ramadan. Pembahasan Ramadan di era kolonial adalah kegiatan pertama dari total 10 acara yang ada. Ngabuburit di RBK digelar tanggal 11,14,16,18,21,23,25,28,30 Mei dan 1 Juni 2019.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

Fashion & Luncheon “Elegance in Heritage”, Perpaduan Kebaya, Batik, dan Kuliner Nusantara di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.Id - Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan...

More like this

Fashion & Luncheon “Elegance in Heritage”, Perpaduan Kebaya, Batik, dan Kuliner Nusantara di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.Id - Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan...

Ada Fosil Dinosaurus Asli 20 Meter! Tahir Solo Museum Resmi Dibuka.

Soloevent.id - Tahir Solo Museum (Culture, Science and Technology) resmi dibuka pada Sabtu (25/7/2026)...

Bukan Cuma Muaythai! Ada Grappling & MMA di Kejurprov Jateng 2026 Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Muaythai Jawa Tengah 2026 digelar pada Sabtu-Minggu (25-26/7/2026) di...