Wednesday, March 4, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaWarna-warni Lima Ribu Penari Jaranan Meriahkan Hari Tari Dunia

Warna-warni Lima Ribu Penari Jaranan Meriahkan Hari Tari Dunia

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Ribuan murid SD/SMP se-Kota Solo menari Jaranan secara massal di Stadion Sriwedari, Senin (29/4/2019), dalam Solo Menari 2019. Pemerintah Kota Surakarta mengadakan acara ini untuk memeriahkan Hari Tari Dunia, yang diperingati setiap 29 April.

Mulai pukul 15.45 WIB, para penari memasuki lapangan. Mereka menggunakan kostum warna-warni. Kostum berwarna kuning berada di sisi utara, kostum hijau di sisi selatan, kostum merah berada di barisan paling depan, dan kostum hitam di bagian belakang.

Solo Menari 2019 dibuka dengan tarian Kuda-Kuda karya S. Marini yang ditarikan oleh 50 penari putra. Setelah itu tarian Jaranan oleh 5.000 penari putra dan putri pun dimulai. Mereka tampak lihai dan bersemangat mengikuti gerakan instruktur yang memandu dari atas panggung.

Uniknya, para penari jaranan membentuk tiga formasi berbeda, yaitu peta Indonesia, tulisan Solo Kota Budaya, dan Hari Tari Dunia 2019. Formasi apik ini akan terbaca bila dilihat dari atas.

Tari massal ini berhasil dicatatkan dalam buku rekor LEPRID (Lembaga Prestasi Indonesia Dunia) dengan kategori “Pagelaran Tari Jaranan Kolosal dengan Peserta Terbanyak”. Pemberian piagam diserahkan langsung oleh Ketua Umum LEPRID Paulus Pangka kepada Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo.

Rudy (sapaan F.X. Hadi Rudyatmo) yang membuka event ini menyampaikan bahwa tari Jaranan punya filosofi yang bisa dicontoh anak-anak. “Kuda itu mempunyai tenaga kuat dan semangat besar. Mempunyai pandangan ke depan serta tidak tolah-toleh, harapannya anak-anak bisa mempunyai karakter yang sama ketika menjadi seorang pemimpin,” ujarnya.



Kepala Dinas Kebudayaan Surakarta Kinkin Sultanul Hakim mengatakan tujuan diadakannya Solo Menari untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan budaya tari, serta sarana untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air.

Tari Jaranan adalah kesenian tradisional yang dimainkan dengan cara menaiki kuda tiruan atau jaran kepang. Tari Jaranan yang ditampilkan di Solo Menari 2019 diciptakan oleh S. Pamardi, dosen tari Institut Seni Indonesia Surakarta.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Ramadhan Iftar The Sunan Hotel Solo Hadirkan Fashion Show Koleksi Batik Riana Kesuma

Soloevent.id - The Sunan Hotel Solo menggelar acara Fashion Show Ramadhan Collection di Narendra...

Aston Solo Hotel Hadirkan Pengalaman Iftar Dunia dengan Sentuhan ASEAN

Soloevent.id - Dalam menyambut bulan suci ramadhan, Aston Solo Hotel resmi memperkenalkan rangkaian program...

Rayakan Hari Pers Nasional, Monumen Pers Solo Pamerkan 101 Koleksi Iklan Ikonik.

Soloevent.id - Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran bertajuk Warta Pariwara yang menampilkan koleksi...

More like this

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo, Masyarakat Umum Ikut Kenakan Busana Adat Jawa

Soloevent.id - Ribuan peserta memadati Stadion Sriwedari untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun...

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...