Wednesday, March 4, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaDalam Kesenian, Mereka Tidak Berbeda

Dalam Kesenian, Mereka Tidak Berbeda

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Kesenian itu bersifat universal, artinya seni dapat diterima dan dilakukan oleh siapa saja, tanpa terkecuali para penyandang disabilitas. Kali ini, pagelaran 24 Jam Menari menampilkan siswa-siswi berkebutuhan khusus. Mereka mementaskan sebuah karya berjudul “Kami Tak Berbeda” di Pendapa Ageng ISI Surakarta, Senin (29/4/2019).

Acara dibuka oleh Menteri Sosial yang diwakili Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kanya Eka Santi dengan menyampaikan beberapa hal mengenai penyandang disabilitas. “Dengan terselenggaranya acara ini sekaligus untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap para penyandang disabilitas,” paparnya.

Para penari membawakan tarian dengan penuh semangat, kompak, dan ceria. Untuk melancarkan gerakan, sang pelatih memberikan instruksi lewat gerakan tangan dari depan dan samping panggung. Pertunjukan tersebut diakhiri dengan pembacaan puisi oleh salah satu siswa.

Pelatih penari disabilitas, Jonet Sri Kuncoro, mengatakan butuh waktu tiga bulan untuk melatih mereka. “Tidak hanya saya sendiri [yang melatih], tetapi juga dibantu oleh beberapa guru di sekolah masing-masing. Tarian ‘Kami Tak Berbeda’ ini sebagai bentuk pembuktian bahwa anak-anak istimewa juga bisa melakukan tarian seperti orang lain. Mereka melakukannya dengan gembira, bahkan sebagian dari mereka ada yang berbakat dalam bidang kesenian tari ini,” ujar dosen mata kuliah Seni Tari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu.

Ada 28 siswa-siswi sekolah luar biasa yang ikut tampil. Mereka berasal dari tiga sekolah, yaitu Autis Yayasan Bina Asih (Surakarta), SLB B-C Hamong Putro (Sukoharjo) dan Disabilitas SLB N (Karanganyar). Para penari tersebut merupakan penyandang tunagrahita, tunarungu, tunawicara, dan tunadaksa.

Jonet yang sudah mempelajari bahasa isyarat sejak 2004, mempunyai inisiatif ingin mengajak anak-anak penyandang disabilitas untuk berkolaborasi. “Ini merupakan karya ketiga saya,” tuturnya usai penampilan.

“Kami Tak Berbeda” merupakan satu dari sekian banyak sajian di 24 Jam Menari 2019. Tahun ini terdapat sekitar 600 jenis tarian yang dibawakan oleh 191 kelompok tari dari dalam maupun luar negeri.

24 Jam Menari masih mempertahankan ciri khasnya, yaitu penampilan penari 24 jam. Di edisi ketiga belas ini, ada enam orang yang menari selama 24 jam nonstop. Mereka adalah I Nyoman Agus Triyuda (Bali), Pulung Jati Rangga Murti (Yogyakarta), Arbi Nuralamsyah (Sukabumi); Abib Habibi Igal (Banjarmasin), Darmasti dan Sri Hadi (Surakarta).



Event yang digelar oleh ISI Surakarta ini diadakan pada 29-30 April 2019. Panggung tersebar di enam lokasi, yakni halaman Rektorat ISI Surakarta, Pendhapa Ageng, Teater Kecil, Teater Besar, halaman Teater Besar, dan Teater Kapal.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Ramadhan Iftar The Sunan Hotel Solo Hadirkan Fashion Show Koleksi Batik Riana Kesuma

Soloevent.id - The Sunan Hotel Solo menggelar acara Fashion Show Ramadhan Collection di Narendra...

Aston Solo Hotel Hadirkan Pengalaman Iftar Dunia dengan Sentuhan ASEAN

Soloevent.id - Dalam menyambut bulan suci ramadhan, Aston Solo Hotel resmi memperkenalkan rangkaian program...

Rayakan Hari Pers Nasional, Monumen Pers Solo Pamerkan 101 Koleksi Iklan Ikonik.

Soloevent.id - Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran bertajuk Warta Pariwara yang menampilkan koleksi...

More like this

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo, Masyarakat Umum Ikut Kenakan Busana Adat Jawa

Soloevent.id - Ribuan peserta memadati Stadion Sriwedari untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun...

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...