Thursday, January 22, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMengulik Lebih Jauh Seni Kriya di Metafora #4

Mengulik Lebih Jauh Seni Kriya di Metafora #4

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – “Melihat, Mengakrabi, dan Menjiwai” menjadi tema yang diangkat oleh mahasiswa gabungan Program Studi Kriya Seni, Batik, serta Keris & Senjata Tradisional Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dalam pameran tahunan bertajuk Metafora.

Pameran yang memasuki tahun ke-4 itu digelar di Museum Keris Nusantara, selama tiga hari yaitu Kamis-Sabtu (3-5/5/2018).

Ketua Umum Metafora #4, Eka Wahyu Prasetya, mengungkapkan karya-karya yang ditampilkan sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. “Bedanya tahun kemarin lebih kontemporer dan pop. Kali ini lebih kembali ke tradisi, kembali ke Jawa dan etnik. [karyanya] sangat berbeda,” ujarnya pada Soloevent, Jumat.

Walaupun lebih sarat tradisi, Metafora 4 tidak terbatas pada ranah seni kriya tradisi saja, tapi juga menggabungkan kriya modern. Total ada 70 karya seni hasil olahan tangan yang dipamerkan seperti seni batik, kayu, lukis kaca, busana, dan keris.



Selain bernilai estetis dan fungsional, karya-karya yang dipajang juga menggunakan bahan-bahan yang cukup asing di telinga masyarakat umum. Contohnya seperti lampu kembang goyang dari kayu mahoni dan makrame (serat nanas dan katun); dan juga item fashion yang terbuat dari kayu vinil sungkai, kulit samak nabati atau kulit krom.

Sejalan dengan tema yang diangkat, lewat karya-karya tersebut Metafora #4 ingin menyampaikan tiga aspek penting dalam berkriya, yaitu melihat untuk mencari sumber ide, mengakrabi alat dan bahan untuk mencapai karya seni kriya, serta menjiwai setiap proses pembuatan untuk mencapai karya seni kriya yang estetis.

Selain sebagai tolak ukur mahasiswa Kriya ISI dalam berkarya, Eka juga menuturkan Metafora #4 ingin menjawab masyarakat yang bertanya-tanya tentang apa itu kriya.

“Kriya adalah craft, apapun yang kita buat tidak lepas dari handmade (keterampilan tangan),” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...