Tuesday, March 3, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaUpacara Umbul Donga Sriwedari: Menjaga Ruh Tempat Bersejarah

Upacara Umbul Donga Sriwedari: Menjaga Ruh Tempat Bersejarah

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Sebagai bentuk keprihatinan atas dampak perubahan di Kota Solo, sebuah acara bertajuk Upacara Umbul Donga Sriwedari akan digelar pada Sabtu (31/3/2018). Kegiatan ini bakal diisi pementasan seni tari, pertunjukan musik, dan umbul donga.

Seniman-seniman yang terlibat antara lain Suprapto Suryodharmo, Endah Laras, Sanggar Metta Budaya, Gondrong Gunarto, Queen Kusuma, dan banyak lagi. Para pegiat kebudayaan dari luar kota yang peduli terhadap tempat-tempat bersejarah juga akan hadir di sini.

Upacara Umbul Donga Sriwedari diselenggarakan di Joglo Sriwedari. Kenapa memilih Sriwedari? “Taman Sriwedari merupakan simbol adanya kebersamaan. Tempat ini dibangun oleh Paku Buwono X sebagai ruang bersama, sebagai taman kota yang dimiliki oleh seluruh warga.” terang panitia dalam rilis yang diterima Soloevent.

Menurut mereka Taman Sriwedari punya semangat keterbukaan dan kebersamaan. Dua itulah yang dibutuhkan Solo pada masa depan.

Namun, karena semakin berkembangnya zaman, Kota Solo yang memiliki sejarah panjang dan keragaman budaya harus berhadapan dengan itu. Itu belum ditambah dengan perubahan sosial-politik dan dominasi pihak-pihak berkepentingan besar. Taman Sriwedari adalah contoh tempat yang mulai tergerus oleh itu.

“Era Sriwedari sebagai ruang terbuka perlahan hilang sejak tahun 1980-an. Sejak itu, beberapa bagian dari Sriwedari menjadi ruang-ruang komersial. Padahal seperti sengkalan di Sriwedari yang berbunyi ‘luwih katon esthining wong’, sudah seharusnya Sriwedari menjadi taman kota yang dimiliki publik,” tulis panitia.

Lewat acara ini panitia berharap ruang-ruang bersejarah sekaligus ruang-ruang tempat pertemuan warga, Sriwedari misalnya, harus dijaga dan tidak diubah untuk kepentingan di luar tujuan awal dari berdirinya ruang-ruang tersebut.

Upacara Umbul Donga Sriwedari adalah sebuah kejadian yang bersifat partisipatif yang dimaksudkan sebagai penanda sekaligus upaya menumbuhkan  sebuah kesadaran bersama di tengah masyarakat –bukan hanya masyarakat Surakarta, tetapi juga masyarakat Indonesia – akan pentingnya menjaga tempat-tempat bersejarah sebagai jalan untuk mengenal akar budayanya sendiri,” terang mereka.

Sebagai ruang publik, Sriwedari menampilkan berbagai hiburan, seperti ketoprak, wayang orang, pementasan wayang kulit, pemutaran film, dan dalam beberapa tahun terakhir ada pertunjukan musik keroncong setiap hari Jumat dan Minggu.



- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Ramadhan Iftar The Sunan Hotel Solo Hadirkan Fashion Show Koleksi Batik Riana Kesuma

Soloevent.id - The Sunan Hotel Solo menggelar acara Fashion Show Ramadhan Collection di Narendra...

Aston Solo Hotel Hadirkan Pengalaman Iftar Dunia dengan Sentuhan ASEAN

Soloevent.id - Dalam menyambut bulan suci ramadhan, Aston Solo Hotel resmi memperkenalkan rangkaian program...

Rayakan Hari Pers Nasional, Monumen Pers Solo Pamerkan 101 Koleksi Iklan Ikonik.

Soloevent.id - Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran bertajuk Warta Pariwara yang menampilkan koleksi...

More like this

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo, Masyarakat Umum Ikut Kenakan Busana Adat Jawa

Soloevent.id - Ribuan peserta memadati Stadion Sriwedari untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun...

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...