Thursday, April 2, 2026
spot_img
HomeFilmSecuil Keberagaman Indonesia di Film Yowis Ben

Secuil Keberagaman Indonesia di Film Yowis Ben

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Setelah kerap membikin video di YouTube, Bayu Skak kini mulai merambah dunia film layar lebar. Film perdananya berjudul Yowis Ben telah tayang di bioskop Indonesia pada 22 Februari 2018. Seperti ciri khas Bayu Skak saat membuat video-video di YouTube, hampir seluruh dialog dalam Yo Wis Ben menggunakan bahasa Jawa.

Yowis Ben adalah film komedi yang menampilkan tokoh-tokoh anak SMA. Film ini disutradarai Fajar Nugros. Ia ditemani Bayu yang menjabat co-sutradara. Selain itu, lelaki bernama lengkap Bayu Eko Moektito itu juga bertindak sebagai penulis naskah dan pemain.

Seperti yang sudah disebut di awal, lebih dari 70 persen dialog di film ini memakai bahasa Jawa. Namun, jika kamu tidak paham bahasa Jawa jangan kuatir, karena ada terjemahannnya.

Bagi dia, film ini adalah wujud kebanggaan terhadap budayanya. Akan tetapi, niatan Bayu Skak untuk menampilkan kecintaannya justru disambut kalimat-kalimat pedas dari netizen. Merespon hal itu, Bayu mengeluarkan pernyataan yang mengingatkan lagi pentingnya menjunjung tinggi kebudayaan Indonesia.

“Kami orang Jawa berkarya karena bangga atas budaya Indonesia yang salah satunya budaya Jawa. Bukan karena kami mayoritas atau ingin menjawakan Indonesia,” kata Bayu dalam unggahan di Instagram-nya. Ia melanjutkan, “Disney dan Pixar bikin film Coco bukan untuk memeksikokan dunia, kami orang Jawa berkarya demi Indonesia.” Bayu Skak menutupnya dengan, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya.”

Lewat Yowis Ben, sang produser, Chand Parwez, ingin menegaskan bahwa Indonesia itu beragam. “Dengan ada film semacam Yowis Ben, saya jadi paham  jokes anak muda di Jawaa sana,” katanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...

30 Tahun Miles Films: Merayakan Musik, Sinema, dan Memori di Lokananta

Soloevent.id - Galeri Lokananta menggelar Pameran kolaborasi unik berbagai komunitas bertajuk "Lorong Antara Kita"....

More like this

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

GUMREGAH! Sinema Akhir Tahun #10 ISI Solo: Seruan Bangkit Lewat Karya, Targetkan Panggung Internasional.

Soloevent.id - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Program Studi (Prodi) Film Institut Seni...

Dekade Kreativitas: Sinema Akhir Tahun ke-10 ISI Surakarta Rayakan Inovasi Film!

Festival Film Sinema Akhir Tahun #10 resmi dibuka hari ini Rabu (12/11) di Teater...