Friday, September 4, 2026
HomeSeni dan BudayaKeanekaragaman Indonesia di Kostum Solo Batik Carnival XI

Keanekaragaman Indonesia di Kostum Solo Batik Carnival XI

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Solo Batik Carnival (SBC) bakal mengawali dekade keduanya dengan tema “Ika Paramartha”. Tema yang diambil dari bahasa Sansekerta itu memotret keanekaragaman yang ada di Indonesia. Nantinya, kostum-kostumnya mencuplik kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia, contohnya Sumatera, Jawa, Papua, dan lainnya.

Ada 8 defile dewasa dan 1 defile anak-anak yang akan tampil di Solo Batik Carnival XI. Defile dewasa terdiri dari Nagari Minangkabau (Sumatera), Jawa Dwipa (Jawa), Dayak Borneo (Kalimantan), Janger Dewata (Bali), Sasando Timor (Nusa Tenggara), Mappalili Mamiri (Sulawesi), Tana Sajojo (Papua), dan Lenggang Batavia (DKI Jakarta). Sedangkan untuk peserta anak-anak dibebaskan memilih kostum dari defile mana saja.

Menurut Koordinator Solo Batik Carnival XI, Ragowo Ade Kurniawan, kostum-kostum itu bakal ditambahi ornamen-ornamen yang menggambarkan kearifan lokal suatu daerah. “Setiap satu kostum mewakili satu daerah. Kostum-kostum itu akan mengangkat local wisdom, misalnya senjata daerah, pakaian adat, tarian, dan lain-lain,” terangnya dalam jumpa pers di Swiss-Bellin Saripetojo, Kamis (14/2/2018).



Di acara itu pula, Soloevent berkesempatan menyaksikan prototipe kostum-kostum SBC XI yang dipamerkan Yayasan Solo Batik Carnival. Seperti biasanya, kostum-kostum itu terlihat besar, bersayap, dan dilengkapi mahkota.

Dan sesuai yang ditulis di atas, kostum-kostum itu mencuplik kearifan lokal masing-masing daerah. Defile Lenggang Betawi contohnya. Kostumnya tampak cerah karena menggunakan warna merah muda. Mahkota kostumnya dibuat menyerupai “topi” penari Cokek. Lain lagi dengan defile Mappalili Mamiri. Didominasi warna ungu, bagian sayap dihiasi dengan tiruan burung Maleo, miniatur rumah adat Tongkonan dan kapal Pinisi.

Ade menjelaskan, kostum SoloBatik Carnival XI itu dibikin dari kain batik dari masing-masing daerah. “Kami ingin menyatukan keragaman budaya di Indonesia melalui pertunjukan seni,” ungkapnya.

 

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

More like this

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...

Ketika Seni Turun ke Jalan : Pre-Event 2 SIPA 2026 Guncang Koridor Gatsu

Surakarta, 22 Agustus 2026 — Menjelang gelaran utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2026,...