Thursday, October 8, 2026
HomeSeni dan BudayaKuliner Imlek, Kuliner Tahunan Penuh Makna

Kuliner Imlek, Kuliner Tahunan Penuh Makna

Published on

- Advertisement -spot_img

TAHUN-BARU-IMLEK-003

 

Soloevent.id – Setiap suku pasti punya makanan khas saat merayakan hari raya. Tak terkecuali orang-orang Tionghoa. Sewaktu Tahun Baru Imlek tiba, makanan-makanan yang disajikan punya makna baik.

 

Salah satu yang paling dikenal adalah kue keranjang. Meski hanya ada setahun sekali, tetapi masyarakat luas begitu tertarik dan menyukainya. Kue ini sepertinya tidak bisa dipisahkan dari Tahun Baru Imlek.

 

Rasa legit dan manisnya diharapkan bisa memberi kehidupan  yang manis tanpa kepahitan. Kue keranjang biasanya disertai oleh kue mangkok merah yang melambangkan mekarnya kehidupan dan kemakmuran.

 

Dalam perayaan Imlek, mi pun jadi menu wajib bagi orang Tionghoa. Pada tradisi Tiongkok, mi menjadi simbol panjang umur.

 

Cara makannya pun beda dengan kebiasaan orang banyak. Mi harus dimakan dengan diseruput dan tidak boleh dipotong, maknanya agar memiliki tali persaudaraan dan usia yang panjang. Saat makan harus memakai sumpit. Ini melambangkan ketelatenan, kesabaran, dan keuletan.

 

Masakan lain yang disajikan saat perayaan Tahun Baru Imlek adalah ikan bandeng atau lele.  Ikan dihidangkan utuh dan disajikan dengan kepala menghadap pada sesepuh sebagai penghormatan generasi muda kepada orang tua/gurunya.

 

Ada juga pangsit yang melambangkan kekayaan, serta Yee Sang yaitu campuran irisan lobak dengan sayuran lain, daging, dan saus yang diaduk beramai-ramai hingga tumpah agar rezekinya juga tumpah ruah.

 

Hidangan semakin lengkap karena ada buah segar khusus yang dijual saat Tahun Baru Imlek yaitu jeruk Kim Kit dan jeruk Mandarin. Jeruk Kim Kit dijual satu pohon dalam pot, kulitnya oranye, buahnya kecil-kecil rasanya tidak manis. Pohon jeruk Kim Kit yang langka hanya dijual pada waktu Imlek. Karena konon membawa keberuntungn, harganya hingga jutaan Rupiah.

 

Selain jeruk ada juga buah naga. Petani buah naga di Sukoharjo mengaku mengalami lonjakan permintaan di kala Imlek tiba. Hampir sama dengan jeruk, buah naga menyimbolkan kebaikan. Dalam budaya Tiongkok, naga diyakini sebagai keberuntungan karena shio naga  bermakna kejayaan.

 

 

 

Penulis: Puitri Hatiningsih

Foto: dokumen Soloevent

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

More like this

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...