Saturday, February 14, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaPasar Klewer, Kainnya Pating Klewer

Pasar Klewer, Kainnya Pating Klewer

Published on

- Advertisement -spot_img

PASAR-KLEWER-001

 

Soloevent.id – Konon nama Pasar Klewer dulunya diambil dari kain-kain dagangan yang pating kleweran atau sampai menyentuh lantai. Zaman dulu belum ada etalase untuk memajang barang. Bahkan, sampai sekarang pun dagangan yang dipajang di Pasar Klewer masih terbuka dan pating klewer; tak ada jarak dengan pembeli, pembeli bisa memegang, menyentuh baju dan kain-kain wade itu, pun bisa menawar harganya.

 

Karena selalu ada proses tawar-menawar, maka Pasar Klewer bisa dianggap kategori pasar rakyat. Harga barang di sana termasuk murah padahal kualitas barangnya lumayan baik. Bahkan di tampat-tempat tertentu juga banyak dijual produk bermutu tinggi, seperti batik cap, batik tulis, juga batik sutra. Dan label batik ternama di Solo pun ada di Klewer.

 

Selain disebut sebagai Pasar Klewer, oleh orang zaman dulu, pasar ini juga dikenal sebagai Pasar Slompretan. Slompretan adalah nama sebuah kampung yang berada tepat di sebelah utara beteng Keraton. Nama-nama kampung di sekitar njobo beteng (di luar beteng) memang kebanyakan berakhiran “-an”, misal Gajahan, lalu kampung di utara Masjid Agung ada Kampung Keplekan, sedang di selatan beteng ada Grobagan, Gurawan, dan Menangan.

 

Banyak  yang unik di Pasar Klewer. Misal selendang mban-banan, yaitu selendang untuk ngemban bayi atau menggendong bayi. Selendang berwarna cerah dan bermotif bunga-bunga besar ini sangat khas. Agak susah menemuinya di toko modern.  Bila ada kelahiran bayi, banyak ibu-ibu yang membeli selendang mban-banan ini sebagai kado. Meski sudah banyak dijual gendhongan bayi modern, tapi peminat selendang tradisional ini masih tinggi.

 

Seprai batik motif kupu tarung juga banyak diminati ibu-ibu untuk kado pengantin. Seprai bermotif batik tradisional ini juga masih banyak dicari di tengah derasnya seprai dari katun Jepang dan motif modern.

 

Kain lurik nan khas yang berasal dari Pedan Klaten juga bisa ditemukan di Klewer. Kain tradisional ini amat khas sehingga banyak orang mencarinya.

 

 

Penulis: Puitri Hatiningsih

Foto: dokumen Soloevent

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

FIESTIVAL 2026 Digelar Februari – April 2026 Usung Tema “Semarak Resonasi Karya”

Fiesta Radio FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menggelar FIESTIVAL 2026, sebuah agenda tahunan...

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

More like this

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....