Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaPengabdi Setan Ala Owah Gerr Band Bikin Ngakak Kenceng

Pengabdi Setan Ala Owah Gerr Band Bikin Ngakak Kenceng

Published on

- Advertisement -spot_img

OWAH-GERR-BAND-01

 

Soloevent.id – Di tangan Owah Gerr Band, film Pengabdi Setan yang semula menyeramkan diubah menjadi penuh humor yang bikin penonton ngakak kencang.

 

Kamis (1/11/2017) malam, Owah Gerr Band berkolaborasi bareng komedian-komedian Kota Solo mengadakan pementasan Pengabdi Petan. Ini adalah parodi dari film horor terlaris di Indonesia, Pengabdi Setan.

 

OWAH-GERR-BAND-03

 

Sejak menit awal, penonton yang memenuhi Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah sudah dibikin ketawa. Babak pertama, Owah Gerr Band memparodikan salah satu adegan memorable dari Pengbadi Setan yaitu saat Ibu yang berbaring di atas ranjang tiba-tiba membunyikan lonceng.

 

Di Pengabdi Petan, Ibu (diperankan Nana Monica) kemudian memanggil anaknya, Toni. Saat muncul, Toni ternyata tidak langsung menyamperi Ibu, malahan dia bermonolog dengan gaya bicara bak Presiden Joko Widodo.

 

OWAH-GERR-BAND-04

 

Toni diperankan oleh Ekolas Saputra, yang jika diperhatikan sekilas punya bentuk wajah 11-12 dengan Presiden Jokowi. Aksi vokalis/tukang melucu Owah Gerr Band itu langsung dihadiahi tawa penonton.

 

Namanya juga band humor, Owah Gerr Band juga tak lupa memlesetkan lagu. Kali ini yang jadi korban adalah lagu dari The Spouse, “Kelam Malam”. Oleh Owah, soundtrack Pengabdi Setan itu digabung dengan “Bojo Galak”.

 

OWAH-GERR-BAND-05

 

Suasana tambah gerr saat dua komedian tamu, Si Doel dan Widi Kocrit, muncul di panggung. Si Doel berperan sebagai majikan dan suami Ibu, sedangkan Kocrit menjadi pembantunya. Celotehan-celotehan berbahasa Jawa mampu mengocok perut penonton. “Susu bubuk kui cara gawene ditangekke sik,” kata Kocrit.

 

Apalagi saat Mamank Tse dan Terra Sudira muncul, lawakan-lawakan spontan dan improvisasi menggunakan properti panggung semakin menambah tawa. Contohnya adalah saat Terra dan Mamank menjadi barongsai dengan memakai seprei, atau Kocrit yang memanfaatkan gulungan kasur untuk membikin mercon besar.

 

OWAH-GERR-BAND-06

 

Ternyata cerita Pengabdi Petan berbeda jauh dengan Pengabdi Setan. Sosok Ibu bukanlah hantu gentayangan, melainkan ibu-ibu yang sering keluyuran malam untuk minta petan (mencari kutu rambut) sama tetangganya.

 

 

Penulis: Reza Kurnia Darmawan

Foto: Reza Kurnia Darmawan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...