Friday, August 14, 2026
HomeMusikTak Jadi Bubar Gara-Gara Payung Teduh

Tak Jadi Bubar Gara-Gara Payung Teduh

Published on

- Advertisement -spot_img

PAYUNG-TEDUH-01

 

Soloevent.id – Guyuran hujan deras tak lantas memupuskan keinginan penonton untuk menyaksikan penampilan band kesayangan mereka di SPEECHTAFEST yang digelar di lapangan parkir selatan Stadion Manahan pada Jumat (29/9/2017).

 

Event yang dihelat Jurusan Terapi Wicara Politeknik Kesehatan Surakarta (Poltekes) ini menampilkan Payung Teduh sebagai bintang tamu utama. Band yang kabarnya bakal mengeluarkan album baru itu naik panggung pada pukul 20.55 WIB. Ada 7 lagu andalannya yang mereka mainkan.

 

Di tengah rintik tipis, lautan manusia yang sempat berhamburan mencari tempat berteduh dari derasnya hujan, kembali merapatkan barisan saat alunan musik folk-pop-jazz dan suara khas Mohammad Istiqamah Djamad (vokalis Payung Teduh) terdengar.

 

Malam itu, Payung membawakan “Kucari Kamu”, “Di Ujung Malam”, “Berdua Saja”, “Tentang Gunung dan Laut”, “Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan”, dan tentu saja single terbarunya, “Akad”.

 

PAYUNG-TEDUH-05

 

Sebelum membawakan “Tentang Gunung dan Laut”, Is dan kawan-kawan sempat menyatakan keprihatinan mereka terhadap bencana alam yang terjadi di Gunung Agung, Bali. Grup musik asal Jakarta tersebut mengajak para Peneduh (penggemarnya) untuk berdoa bersama dan berdonasi melalui kotak yang diputarkan di antara peneduh. Tak hanya itu, seakan mengingatkan kembali rasa nasionalisme kepada penggemarnya, Payung Teduh menutup penampilan mereka di Speechtafest dengan lagu “Tanah Air”.

 

Ketua Panitia Speechtafest, Fathul Larasati, menyatakan bahwa dirinya bersyukur karena acara yang sempat terancam bubar lantaran guyuran hujan lebat akhirnya berakhir syahdu. “Terharu dan enggak nyangka. Waktu lihat kerumunan yang tadinya pada protes dan banyak yang pulang karena hujan deras ternyata masih stay disini dan jadi penuh lagi ketika Payung Teduh tampil. Hujannya juga semakin mereda,” ungkap Laras saat ditemui Soloevent di balik panggung.

 

Acara yang digelar sebagai closing ceremony Dies Natalis Poltekes Surakarta ini juga menampilkan band-band lainnya, diantaranya Rasa Sara, Suraskarta, Vibes, TWCS, dan Pecas Ndahe.

 

 

Teks & foto: Christina Kusuma

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Emparty Fest 2026, Hadirkan Ruang Berkarya Para Komunitas Seniman Merdeka

Soloevent.id - Pameran seni bertajuk Emparty Fest 2026 digelar di Taman Budaya Jawa Tengah...

Kirab 9 Pusaka di CFD Solo: Perayaan Semarak HUT ke-9 Museum Keris Nusantara!

Soloevent.id - Museum Keris Nusantara baru saja merayakan hari jadi ke-9 yang jatuh pada...

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

More like this

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...