Thursday, July 23, 2026
HomeSeni dan BudayaFolklor Filipina Pentas Di Hari Terakhir SIPA 2017

Folklor Filipina Pentas Di Hari Terakhir SIPA 2017

Published on

- Advertisement -spot_img

SIPA-2017-01

 

Soloevent.id – Ribuan warga berjubel memadati Benteng Vastenburg untuk melihat pementasan terakhir Solo International Performing Arts (SIPA) 2017, Sabtu (9/9/2017) malam.

 

Sekitar pukul 19.30 WIB hampir semua kursi sudah dipenuhi penonton. Ada enam penampilan pamungkas di hari terakhir SIPA 2017. Salah satunya adalah tari Sinugdan yang dibawakan La Salle Teatro Gundengan Filipina.

 

Sinugdan menggabungkan teater dan tari kontemporer yang berasal dari asal usul masyarakat Subanen di Zamboanga Peninsula.

 

Dikisahkan, Tuhan menciptakan seorang wanita dan memerintahkannya turun ke bumi untuk menyelesaikan sebuah misi. Dalam perjalanannya, dia bertemu dengan salah satu roh dari tujuh gunung yang kemudian menjelaskan misinya.

 

Wanita tersebut lalu diharuskan menetap di bumi agar suatu bangsa menjadi terus tumbuh dan tanah menjadi subur setelah bumi dilanda banjir besar. Di bumi dia bertemu seorang pria dari Timur yang menaruh saputangan di bahunya dan tiba-tiba dia mengandung dan hamil. Di akhir cerita mereka mengisi bumi dengan keturunannya.

 

Salah satu penonton, Nurlita Sari (22) mengaku sudah dua hari berturut-turut menonton SIPA 2017. “Kemarin [Jumat] sepi banget, hari ini rame,” ujarnya. Nurlita cukup menikmati penampilan penari walau dia sebenarnya tidak terlalu mengerti dengan maksud tariannya.

 

Ada pula Monika Rindang (22), salah satu penonton yang menggilai  pertunjukan seni semacam SIPA. Menurutnya SIPA 2017 makin kece karena ada percampuran antara budaya modern dan tradisional. “Contohnya kayak tari Saman dari Aceh yang dikombinasi dengan gitar listrik dan biola. Menurutku itu the best performance,” jelasnya.

 

Selain dari Filipina, di hari terakhir SIPA 2017 juga dimeriahkan oleh delegasi dari Bangka Selatan (Sanggar Seni Tiara Selatan), Thailand (Nor Slip: Art Sprout), Malaysia (Silhouette Art Performance), Vietnam (Hanoi Solo Artist), dan Banyuwangi (Sanggar Seni Jinggo Sobo).

 

Panggung SIPA 2017 diakhiri dengan menyanyikan lagu “Tanah Airku” dan dimeriahkan dengan pesta kembang api sebagai tanda ditutupnya SIPA 2017.

 

Teks dan foto: Yasinta Rahmawati

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

More like this

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

Seniman dari 28 Negara Kumpul di Solo International Art Camp 2026!

Soloevent.id - Yayasan Jagoan Indonesia bersama The Asian Post (member of Infobank Media Group)...