Wednesday, April 22, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaFolklor Filipina Pentas Di Hari Terakhir SIPA 2017

Folklor Filipina Pentas Di Hari Terakhir SIPA 2017

Published on

- Advertisement -spot_img

SIPA-2017-01

 

Soloevent.id – Ribuan warga berjubel memadati Benteng Vastenburg untuk melihat pementasan terakhir Solo International Performing Arts (SIPA) 2017, Sabtu (9/9/2017) malam.

 

Sekitar pukul 19.30 WIB hampir semua kursi sudah dipenuhi penonton. Ada enam penampilan pamungkas di hari terakhir SIPA 2017. Salah satunya adalah tari Sinugdan yang dibawakan La Salle Teatro Gundengan Filipina.

 

Sinugdan menggabungkan teater dan tari kontemporer yang berasal dari asal usul masyarakat Subanen di Zamboanga Peninsula.

 

Dikisahkan, Tuhan menciptakan seorang wanita dan memerintahkannya turun ke bumi untuk menyelesaikan sebuah misi. Dalam perjalanannya, dia bertemu dengan salah satu roh dari tujuh gunung yang kemudian menjelaskan misinya.

 

Wanita tersebut lalu diharuskan menetap di bumi agar suatu bangsa menjadi terus tumbuh dan tanah menjadi subur setelah bumi dilanda banjir besar. Di bumi dia bertemu seorang pria dari Timur yang menaruh saputangan di bahunya dan tiba-tiba dia mengandung dan hamil. Di akhir cerita mereka mengisi bumi dengan keturunannya.

 

Salah satu penonton, Nurlita Sari (22) mengaku sudah dua hari berturut-turut menonton SIPA 2017. “Kemarin [Jumat] sepi banget, hari ini rame,” ujarnya. Nurlita cukup menikmati penampilan penari walau dia sebenarnya tidak terlalu mengerti dengan maksud tariannya.

 

Ada pula Monika Rindang (22), salah satu penonton yang menggilai  pertunjukan seni semacam SIPA. Menurutnya SIPA 2017 makin kece karena ada percampuran antara budaya modern dan tradisional. “Contohnya kayak tari Saman dari Aceh yang dikombinasi dengan gitar listrik dan biola. Menurutku itu the best performance,” jelasnya.

 

Selain dari Filipina, di hari terakhir SIPA 2017 juga dimeriahkan oleh delegasi dari Bangka Selatan (Sanggar Seni Tiara Selatan), Thailand (Nor Slip: Art Sprout), Malaysia (Silhouette Art Performance), Vietnam (Hanoi Solo Artist), dan Banyuwangi (Sanggar Seni Jinggo Sobo).

 

Panggung SIPA 2017 diakhiri dengan menyanyikan lagu “Tanah Airku” dan dimeriahkan dengan pesta kembang api sebagai tanda ditutupnya SIPA 2017.

 

Teks dan foto: Yasinta Rahmawati

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Pecahkan Rekor LEPRID! 200 Dalang & Penari Cilik Solo Raya Guncang Festival Kentingan

Soloevent.id - Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri Jebres Solo menggelar acara bertajuk Festival...

Keanggunan Lurik dalam Perayaan Semangat Kartini di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.id - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, The Sunan Hotel Solo menyelenggarakan acara bertajuk...

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

More like this

Pecahkan Rekor LEPRID! 200 Dalang & Penari Cilik Solo Raya Guncang Festival Kentingan

Soloevent.id - Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri Jebres Solo menggelar acara bertajuk Festival...

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...