Tuesday, September 1, 2026
HomeSeni dan BudayaFolklor Filipina Pentas Di Hari Terakhir SIPA 2017

Folklor Filipina Pentas Di Hari Terakhir SIPA 2017

Published on

- Advertisement -spot_img

SIPA-2017-01

 

Soloevent.id – Ribuan warga berjubel memadati Benteng Vastenburg untuk melihat pementasan terakhir Solo International Performing Arts (SIPA) 2017, Sabtu (9/9/2017) malam.

 

Sekitar pukul 19.30 WIB hampir semua kursi sudah dipenuhi penonton. Ada enam penampilan pamungkas di hari terakhir SIPA 2017. Salah satunya adalah tari Sinugdan yang dibawakan La Salle Teatro Gundengan Filipina.

 

Sinugdan menggabungkan teater dan tari kontemporer yang berasal dari asal usul masyarakat Subanen di Zamboanga Peninsula.

 

Dikisahkan, Tuhan menciptakan seorang wanita dan memerintahkannya turun ke bumi untuk menyelesaikan sebuah misi. Dalam perjalanannya, dia bertemu dengan salah satu roh dari tujuh gunung yang kemudian menjelaskan misinya.

 

Wanita tersebut lalu diharuskan menetap di bumi agar suatu bangsa menjadi terus tumbuh dan tanah menjadi subur setelah bumi dilanda banjir besar. Di bumi dia bertemu seorang pria dari Timur yang menaruh saputangan di bahunya dan tiba-tiba dia mengandung dan hamil. Di akhir cerita mereka mengisi bumi dengan keturunannya.

 

Salah satu penonton, Nurlita Sari (22) mengaku sudah dua hari berturut-turut menonton SIPA 2017. “Kemarin [Jumat] sepi banget, hari ini rame,” ujarnya. Nurlita cukup menikmati penampilan penari walau dia sebenarnya tidak terlalu mengerti dengan maksud tariannya.

 

Ada pula Monika Rindang (22), salah satu penonton yang menggilai  pertunjukan seni semacam SIPA. Menurutnya SIPA 2017 makin kece karena ada percampuran antara budaya modern dan tradisional. “Contohnya kayak tari Saman dari Aceh yang dikombinasi dengan gitar listrik dan biola. Menurutku itu the best performance,” jelasnya.

 

Selain dari Filipina, di hari terakhir SIPA 2017 juga dimeriahkan oleh delegasi dari Bangka Selatan (Sanggar Seni Tiara Selatan), Thailand (Nor Slip: Art Sprout), Malaysia (Silhouette Art Performance), Vietnam (Hanoi Solo Artist), dan Banyuwangi (Sanggar Seni Jinggo Sobo).

 

Panggung SIPA 2017 diakhiri dengan menyanyikan lagu “Tanah Airku” dan dimeriahkan dengan pesta kembang api sebagai tanda ditutupnya SIPA 2017.

 

Teks dan foto: Yasinta Rahmawati

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

More like this

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...

Ketika Seni Turun ke Jalan : Pre-Event 2 SIPA 2026 Guncang Koridor Gatsu

Surakarta, 22 Agustus 2026 — Menjelang gelaran utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2026,...