Monday, May 25, 2026
HomeSeni dan BudayaJaka Tingkir Kalahkan Buaya Di Taman Satwa Taru Jurug

Jaka Tingkir Kalahkan Buaya Di Taman Satwa Taru Jurug

Published on

- Advertisement -spot_img

 

Soloevent.id – Perjalanan Mas Karebet atau Jaka Tingkir dari Desa Banyubiru menuju Demak ditampilkan di Taman Satwa Taru Jurug pada hari terakhir libur Lebaran, Minggu (2/7/2017). Pementasan ini sekaligus menandai berakhirnya program Pekan Syawalan 2017 yang dimulai dari 25 Juni hingga 2 Juli.

 

Tahun ini, Jaka Tingkir diperankan oleh putra Pakubuwono XIII, GPH Mangkubumi. Sebelum pementasan digelar, GPH Mangkubumi dikirab dari boulevard Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menuju danau Taman Satwa Taru Jurug. Menyusul di belakangnya terdapat peserta yang membawa gunungan ketupat dan apam.

 

Selama perjalanan, pemeran Jaka Tingkir naik di atas kereta kencana. Beberapa kali ia terlihat menyebar bunga dan uang receh. Uang logam itu kemudian direbutkan warga.

 

Pementasan Jaka Tingkir dimulai dengan perjalanan Jaka Tingkir melintasi danau menggunakan getek bersama tiga aktor dari Ketoprak Ngampung yang berperan sebagai Mas Manca, Ki Wuragil, dan Ki Wila.

 

Namun, di tengah perjalanan, mereka dihadang buaya-buaya. Singkat cerita, Jaka Tingkir dkk. melibas buaya-buaya itu. Para buaya yang mengakui kekalahan, akhirnya membantu Jaka Tingkir melintasi danau.

 

Lepas dari cerita Jaka Tingkir, GPH Mangkubumi dan panitia kemudian membagikan kupat dan apam kepada pengunjung Taman Satwa Taru Jurug.

 

Bagi GPH Mangkubumi, ini adalah peran keduanya menjadi Jaka Tingkir. Ia tidak butuh waktu lama untuk mempersiapkan perannya itu. “Persiapannya cuma sehari. Latihannya silat sama dialog. Lawan main saya adalah seniman-seniman ketoprak, jadi lebih mudah adaptasinya,” ujarnya.

 

Menurut putra tertua PB XII itu, adegan silat tidak terlalu susah. “Gerakannya enggak begitu jauh dengan tari,” katanya.

 

Budayawan Solo, KPA Winarno Kusumo, menjelaskan, sebenarnya tidak ada kaitannya antara cerita Jaka Tingkir dengan tradisi kupatan. “Acara ini dikemas untuk memberikan hiburan kepada masyarakat,” terang dia.

 

Menurutnya, cerita Jaka Tingkir ini patut diteladani karena mengajarkan agar terus berusaha untuk mencapai cita-cita walaupun mengalami kesulitan. “Mas Karebet bermula sebagai masyarakat bawah. Ia akhirnya berhasil menjadi raja di Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya. Agar cita-cita tercapai harus berani rekasa dulu,” beber Winarno.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Meski Balon Udara Gagal Terbang, Warga Tetap Padati Alun-Alun Utara Solo

Soloevent.id - Belasan balon udara yang disiapkan manajemen Bank Jateng Syariah Cabang Solo dalam...

Dari Kuliner Viral sampai Guyon Waton, Ini Keseruan Uleg Bazar Kuliner 2026 di Mangkunegaran

Soloevent.id - Uleg Bazar Kuliner (UBK) 2026 digelar pada 14 hingga 17 Mei 2026...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...

More like this

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

26 Delegasi Dari 23 Daerah Siap Meriahkan Event Semarak Budaya Indonesia 2026

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman...