Friday, August 14, 2026
HomeSeni dan BudayaJaka Tingkir Kalahkan Buaya Di Taman Satwa Taru Jurug

Jaka Tingkir Kalahkan Buaya Di Taman Satwa Taru Jurug

Published on

- Advertisement -spot_img

 

Soloevent.id – Perjalanan Mas Karebet atau Jaka Tingkir dari Desa Banyubiru menuju Demak ditampilkan di Taman Satwa Taru Jurug pada hari terakhir libur Lebaran, Minggu (2/7/2017). Pementasan ini sekaligus menandai berakhirnya program Pekan Syawalan 2017 yang dimulai dari 25 Juni hingga 2 Juli.

 

Tahun ini, Jaka Tingkir diperankan oleh putra Pakubuwono XIII, GPH Mangkubumi. Sebelum pementasan digelar, GPH Mangkubumi dikirab dari boulevard Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menuju danau Taman Satwa Taru Jurug. Menyusul di belakangnya terdapat peserta yang membawa gunungan ketupat dan apam.

 

Selama perjalanan, pemeran Jaka Tingkir naik di atas kereta kencana. Beberapa kali ia terlihat menyebar bunga dan uang receh. Uang logam itu kemudian direbutkan warga.

 

Pementasan Jaka Tingkir dimulai dengan perjalanan Jaka Tingkir melintasi danau menggunakan getek bersama tiga aktor dari Ketoprak Ngampung yang berperan sebagai Mas Manca, Ki Wuragil, dan Ki Wila.

 

Namun, di tengah perjalanan, mereka dihadang buaya-buaya. Singkat cerita, Jaka Tingkir dkk. melibas buaya-buaya itu. Para buaya yang mengakui kekalahan, akhirnya membantu Jaka Tingkir melintasi danau.

 

Lepas dari cerita Jaka Tingkir, GPH Mangkubumi dan panitia kemudian membagikan kupat dan apam kepada pengunjung Taman Satwa Taru Jurug.

 

Bagi GPH Mangkubumi, ini adalah peran keduanya menjadi Jaka Tingkir. Ia tidak butuh waktu lama untuk mempersiapkan perannya itu. “Persiapannya cuma sehari. Latihannya silat sama dialog. Lawan main saya adalah seniman-seniman ketoprak, jadi lebih mudah adaptasinya,” ujarnya.

 

Menurut putra tertua PB XII itu, adegan silat tidak terlalu susah. “Gerakannya enggak begitu jauh dengan tari,” katanya.

 

Budayawan Solo, KPA Winarno Kusumo, menjelaskan, sebenarnya tidak ada kaitannya antara cerita Jaka Tingkir dengan tradisi kupatan. “Acara ini dikemas untuk memberikan hiburan kepada masyarakat,” terang dia.

 

Menurutnya, cerita Jaka Tingkir ini patut diteladani karena mengajarkan agar terus berusaha untuk mencapai cita-cita walaupun mengalami kesulitan. “Mas Karebet bermula sebagai masyarakat bawah. Ia akhirnya berhasil menjadi raja di Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya. Agar cita-cita tercapai harus berani rekasa dulu,” beber Winarno.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Emparty Fest 2026, Hadirkan Ruang Berkarya Para Komunitas Seniman Merdeka

Soloevent.id - Pameran seni bertajuk Emparty Fest 2026 digelar di Taman Budaya Jawa Tengah...

Kirab 9 Pusaka di CFD Solo: Perayaan Semarak HUT ke-9 Museum Keris Nusantara!

Soloevent.id - Museum Keris Nusantara baru saja merayakan hari jadi ke-9 yang jatuh pada...

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

More like this

Emparty Fest 2026, Hadirkan Ruang Berkarya Para Komunitas Seniman Merdeka

Soloevent.id - Pameran seni bertajuk Emparty Fest 2026 digelar di Taman Budaya Jawa Tengah...

Kirab 9 Pusaka di CFD Solo: Perayaan Semarak HUT ke-9 Museum Keris Nusantara!

Soloevent.id - Museum Keris Nusantara baru saja merayakan hari jadi ke-9 yang jatuh pada...

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...