Soloevent.id – Museum Keris Nusantara baru saja merayakan hari jadi ke-9 yang jatuh pada tanggal 9 Agustus 2026. Kali ini Museum Keris menggelar sejumlah agenda kegiatan untuk menyemarakkan bersama masyarakat Solo dan sekitarnya.
Agenda pertama dengan menggelar kirab pusaka, Minggu Pagi (9/8/2026). Adapun rute kirab mulai dari Loji Gandrung – Jalan Slamet Riyadi – Jalan Bhayangkara – Taman Museum Keris Nusantara. Ada sembilan keris pusaka yang ikut dikirab. Seperti Tombak Kyai Sida Asih, Tombak Kyai Daradasih, Tombak Kanjeng Jimat, Keris Dhapur Surapati, Keris Megantara, Keris Sempana, Keris Carangsoka dan Pusaka Bali dengan pengiring barongan.
Dalam kirab ini terdapat satu masterpiece yang paling menarik perhatian, yakni Keris Pusaka Kiai Tengoro yang memiliki filosofi yang berkaitan dengan 17 Agustus dan Pancasila. Semua pusaka yang dikirab baik dalam bentuk keris maupun tombak merupakan koleksi yang tersimpan di Museum Keris Nusantara.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Arutala Vidya, Merawat Pusaka, Menjaga Peradaban”, nelalui tema tersebut, Museum Keris Nusantara ingin mengajak masyarakat melihat kembali bagaimana luar biasanya teknologi yang digunakan pada zaman dahulu dalam proses pembuatan keris.

Acara kirab juga digelar ketika aktivitas Car Free Day (CFD) berlangsung sehingga masyarakat sekitar dapat sekaligus melihat dan mengenal lebih dekat berbagai hal yang berkaitan dengan keris.
Setelah kirab 9 Pusaka Museum Keris Nusantara, acara dilanjutkan dengan doa dan prosesi peringatan HUT ke-9. Acara kemudian diisi dengan sambutan, pemotongan tumpeng, sosialisasi koleksi museum serta berbagai pertunjukan seni seperti tarian Bali, wushu dan fashion show.
Rangkaian acara selanjutnya juga digelar seminar hasil kajian koleksi pedang nusantara. Dalam seminar ini menghadirkan narasumber diantaranya Prof. Dr. Ir. Ketut Ima Ismara, Moh. Ubaidul Izza dan Novia Wijayaningrum.
Mangayubagya Tanggap Warsa Museum Keris Nusantara tahun 2026 dengan beragam kegiatan ini bisa menjadikan Museum Keris Nusantara lebih dikenal oleh masyarakat untuk kemudian dikunjungi dan menjadi wadah belajar bagi masyarakat di Solo dan sekitarnya.




