Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaPenari Muda Unjuk Gigi Di Langen Beksan Nemlikuran

Penari Muda Unjuk Gigi Di Langen Beksan Nemlikuran

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Jumat (26/5/2017) jadi hari yang membahagiakan bagi komunitas Langen Beksan Nemlikuran. Di hari itu, komunitas yang rutin menggelar pementasan tari tradisional pada tanggal 26 setiap bulannya ini merayakan ulangtahun ke-14.

Bertempat di Pendhapa SMK N 8 Surakarta, acara 14 Tahun Langen Beksan Nemlikuran menampilkan beragam tari tradisional. Mayoritas yang unjuk gigi malam itu adalah penari-penari berusia muda. Ini menarik karena di tengah arus globalisasi dan modernitas, masih ada muda-mudi yang melestarikan kebudayaannya.

Salah satu sajian yang disuguhkan adalah tari Bedhaya Ela-ela. Memakai busana kemben didominasi warna merah, sembilan mahasiswi semester VI ISI Surakarta membawakan tarian tersebut secara khidmat sambil diiringi gending Jawa.

Sedikit info tentang Bedhaya Ela-ela, tarian ini muncul pada masa Pakubuwono V. Kemudian direkonsrtuksi oleh A. Tasman Ronoatmodjo bersama R.I. Martopangrawit sekitar tahun 1978. Tari tradisional ini mengungkapkan tentang tekad bulat Bratasena (satria panenggak Pandawa) dalam mencari kesempurnaan hidup atas petunjuk Dorna.

Selain gaya alusan, 14 Tahun Langen Beksan Nemlikuran juga menampilkan tari gagah, misalnya Gatut Kaca Gandrung; serta tari garapan di luar Jawa Tengah, contohnya tari Marsan (Jawa Timur) yang ditampilkan komunitas Arjasura.

Perwakilan komunitas Langen Beksan Nemlikuran, ST Wiyono, mengatakan, Langen Beksan Nemlikuran bermula dari keprihatinan semakin berkurangnya ruang ekspresi bagi tari tradisi. “Namun, seiring berjalannya waktu, acara ini menjadi ruang tampil bagi maestro dan pemula. Bahkan, muncul acara-acara lain yang terinspirasi dari Nemlikuran,”katanya saat memberikan sambutan.

Direktur Kesenian Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan, menilai, bertambah umurnya komunitas Langen Beksan Nemlikuran menjadi contoh bahwa kesenian akan terus hidup. “Kesenian merupakan hal penting untuk penguatan karakter bangsa,” jelasnya.

Ia berharap, event bulanan ini bisa menjadi laborat bagi seniman-seniman muda.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...