Friday, February 6, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaTari Kolosal Adeging Kutha Sala Meriahkan HUT 272 Kota SOLO

Tari Kolosal Adeging Kutha Sala Meriahkan HUT 272 Kota SOLO

Published on

- Advertisement -spot_img

tari-kolosa

Soloevent.id – Sebuah pertunjukan tari kolosal berjudul Adeging Kutha Sala bakal dipentaskan di Jl. Jenderal Sudirman, Sabtu (18/2/2017) mulai jam 15.00 WIB. Pementasan ini digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-272 Kota Solo.

Pergelaran yang diproduksi oleh Bening Arts Management ini melibatkan 135 penari dan 35 musisi profesional. Pertunjukan “Adeging Kutha Sala” dikoreograferi oleh Agung Kusumo Widagdo, sedangkan komposer perhelatan ini dikomandoi oleh Dedek Wahyudi.

Mengusung tema “Mengusung Sejarah dan Memuliakannya Kembali”, Adeging Kutha Sala mengisahkan tentang sejarah terbentuknya Kota Solo yang dibagi dalam lima adegan. Pertunjukan ini bakalan dirangkai tanpa menggunakan dialog.

Untuk memudahkan penonton meresapi cerita, sepanjang pementasan akan ada narator yang berkisah menggunakan Bahasa Indonesia. Tembang-tembang yang mengiringi pertunjukan ini juga menyelipkan lirik-lirik yang berhubungan dengan jalan cerita.

Adeging Kutha Sala dikonsep menggunakan koreografi jalanan yang apik. “Agung Kusumo selaku koreografer dan tim artistik akan banyak mengolah koreografi jalanan yang selama ini sangat lemah pada setiap hajatan di Kota Solo,” tutur Produser dan Pimpinan Produksi Bening Arts Management, Fafa Utami.

Sebelum tari kolosal Adegin Kutha Sala digelar, bakal diawali dengan prosesi Boyong Kedhaton yang menempuh rute koridor Ngarsopuro hingga Jl. Jenderal Sudirman. Boyong Kedhaton melibatkan 755 personel, antara lain terdiri dari prajurit Keraton, Tari Edan-edanan, penari Bedhaya, Tari Roro Blonyo, visualisasi PB II dan permaisuri, dan pembawa aneka sesaji.

“Pertunjukan ini adalah persembahan untuk warga Kota Solo sehingga diharapkan penonton dari segala lapisan dapat menikmati dan menangkap makna serta pesan dari pementasan ini,” terang Fafa. Ia mengimbau agar penonton mengenakan kostum bernuansa Jawa sehingga dapat menjadi kesatuan dalam setting latar pertunjukan.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

Setengah Abad Menemani Negeri: PT Solo Murni Rayakan Ulang Tahun Emas Lewat Kiky Run 2026.

PT Solo Murni (KIKY Stationery) akan menggelar lomba lari bertajuk KIKY Run 2026, Minggu...

More like this

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...