Tuesday, June 9, 2026
HomeSeni dan BudayaTari Kolosal Adeging Kutha Sala Meriahkan HUT 272 Kota SOLO

Tari Kolosal Adeging Kutha Sala Meriahkan HUT 272 Kota SOLO

Published on

- Advertisement -spot_img

tari-kolosa

Soloevent.id – Sebuah pertunjukan tari kolosal berjudul Adeging Kutha Sala bakal dipentaskan di Jl. Jenderal Sudirman, Sabtu (18/2/2017) mulai jam 15.00 WIB. Pementasan ini digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-272 Kota Solo.

Pergelaran yang diproduksi oleh Bening Arts Management ini melibatkan 135 penari dan 35 musisi profesional. Pertunjukan “Adeging Kutha Sala” dikoreograferi oleh Agung Kusumo Widagdo, sedangkan komposer perhelatan ini dikomandoi oleh Dedek Wahyudi.

Mengusung tema “Mengusung Sejarah dan Memuliakannya Kembali”, Adeging Kutha Sala mengisahkan tentang sejarah terbentuknya Kota Solo yang dibagi dalam lima adegan. Pertunjukan ini bakalan dirangkai tanpa menggunakan dialog.

Untuk memudahkan penonton meresapi cerita, sepanjang pementasan akan ada narator yang berkisah menggunakan Bahasa Indonesia. Tembang-tembang yang mengiringi pertunjukan ini juga menyelipkan lirik-lirik yang berhubungan dengan jalan cerita.

Adeging Kutha Sala dikonsep menggunakan koreografi jalanan yang apik. “Agung Kusumo selaku koreografer dan tim artistik akan banyak mengolah koreografi jalanan yang selama ini sangat lemah pada setiap hajatan di Kota Solo,” tutur Produser dan Pimpinan Produksi Bening Arts Management, Fafa Utami.

Sebelum tari kolosal Adegin Kutha Sala digelar, bakal diawali dengan prosesi Boyong Kedhaton yang menempuh rute koridor Ngarsopuro hingga Jl. Jenderal Sudirman. Boyong Kedhaton melibatkan 755 personel, antara lain terdiri dari prajurit Keraton, Tari Edan-edanan, penari Bedhaya, Tari Roro Blonyo, visualisasi PB II dan permaisuri, dan pembawa aneka sesaji.

“Pertunjukan ini adalah persembahan untuk warga Kota Solo sehingga diharapkan penonton dari segala lapisan dapat menikmati dan menangkap makna serta pesan dari pementasan ini,” terang Fafa. Ia mengimbau agar penonton mengenakan kostum bernuansa Jawa sehingga dapat menjadi kesatuan dalam setting latar pertunjukan.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...