Wednesday, January 14, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaSejarah Peringatan Hari Jadi Kota Solo

Sejarah Peringatan Hari Jadi Kota Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

PASAR-GEDE

Soloevent.id – Sering kali muncul pertanyaan, terutama dari mereka yang bukan warga Solo, “Apa beda Solo dan Surakarta?”. Warga Solo sendiri pun banyak yang tidak tahu jawabannya. Padahal kedua nama itu berhubungan erat dengan hari jadi Kota Solo.

Sejarah Kota Solo bermula tatkala Keraton Kartosuro mengalami kehancuran akibat serbuan pemberontak Kerajaan Mataram. Akhirnya Pakubuwana II menunjuk beberapa orang untuk mencari tempat yang akan digunakan sebagai pusat pemerintahan kerajaan yang baru. Pada mulanya, ada tiga tempat usulan, yaitu : Desa Kadipala, Desa Sala dan Desa Sana Sewu.

Pakubuwana pun memilih Sala sebagai lokasi pindahnya pusat pemerintahan. Ia pun menamainya Surakarta Hadiningrat. Dan pada 17 Februari 1745 pusat pemerintahan Kerajaan Mataram dipindahkan ke Surakarta. Perpindahan ini pun dirayakan dengan kirab besar-besaran dan diperingati sebagai hari jadi Kota Solo.

Di Desa Sala itulah mulai dibangun peradaban baru. Disebut Desa Sala karena di desa tersebut terdapat seorang tokoh masyarakat yang arif dan bijaksana bernama Kyai Sala. Selain itu desa tersebut juga dipenuhi dengan pohon Sala atau pohon Tom atau Nila, namun ada juga yang menyebutnya sejenis pohon Pinus.

Perubahan dari nama Sala menjadi Solo terjadi karena ada kesalahan pelafalan dari orang-orang Belanda yang kala itu masih menguasai wilayah Indonesia. Akhirnya, karena saking seringnya dilafalkan sebagai Solo, maka nama itu menjadi kian melekat di telinga orang-orang.

Di tahun 2017, rangkaian peringatan ulang tahun Kota Solo sudah dilakukan sejak awal Februari yaitu penyelenggaraan Solo Great Sale, kemudian ada juga pre-event festival jenang yang jatuh pada 12 Februari lalu. Sementara puncak acara akan berlangsung pada Jumat 17 Februari 2017 dalam bentuk upacara di Stadion Sriwedari dan dilanjutkan dengan Festival Jenang di Koridor Ngarsopuro.

Festival ini akan menyajikan banyak sekali sajian jenang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk diantaranya 17 jenis jenang yang menjadi pelengkap sesaji perpindahan pemerintahan pada 272 tahun silam.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

Gak Ada Kembang Api di Solo? Ternyata Ini Alasan Haru di Balik Car Free Night (CFN) 2026!

Soloevent.id - Pemerintah Kota Surakarta memperingati malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan menggelar Solo...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...