Sunday, February 8, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaFabriek Fikr 2: Melalui Seni, Pabrik Gula Colomadu Kembali Hidup (Bagian 1)

Fabriek Fikr 2: Melalui Seni, Pabrik Gula Colomadu Kembali Hidup (Bagian 1)

Published on

- Advertisement -spot_img

edit-770-513

Soloevent.id – Suara musik ambient mencekam mengalun di salah satu ruangan Pabrik Gula Colomadu. Musik suasana itu mengiringi lenggak-lenggok tiga penari wanita berkostum putih di atas “panggung”.

Rambut panjang mereka menari-nari mengikuti eksplorasi kain putih. Di bawah guyuran air, para penari melumuri rambutnya dengan cairan hitam yang dituangkan dari kendi. Mereka lalu mengibaskan rambutnya ke kanvas putih yang dibawa oleh Tony Broer dan Bambang Besur. Rambut panjang terurai itu mendadak menjadi kuas yang bermain di atas kanvas.

Sesaat kemudian Sardono W. Kusumo mengikuti prosesi itu. Seniman kondang tersebut mencipratkan cat putih, merah, biru, kuning ke kanvas. Seketika kanvas itu menjadi lukisan abstrak penuh warna.

Pola gerakan para penari semakin besar. Mereka seolah tak memedulikan tubuhnya yang penuh noda. Beriringan dengan itu, Tony Broer menunjukkan aksi beresiko. Seniman teater tersebut menggerayangi tiang-tiang yang berada di sebelah “panggung” sambil menenteng sebuah lukisan.

Saat memanjat, lukisan itu sempat terlepas dari genggamannya. Beruntung, tidak ada penonton yang berdiri di bawahnya. Ia turun lagi untuk mengambilnya. Kemudian ia naik kembali untuk menyelipkan lukisan itu di antara celah tiang.

Paragraf di atas adalah gambaran painting performance yang ditampilkan dalam Fabriek Fikr 2, Sabtu (19/11/2016). Pertunjukan tersebut merupakan satu dari sekian banyak peristiwa yang terdapat dalam event seni itu.

Sesudah painting performance, penonton digiring menuju utara, tak jauh dari lokasi pertama. Lima pria yang semula beraksi mematung di dalam rongsokan bus di sebelah selatan “panggung”, tiba-tiba muncul dengan bunyi menggelegar.

Sembari berlari merunduk, seng yang mereka bopong dikepakkan bak sayap burung. Setelah sampai di tempat pertunjukan, seng-seng itu mereka banting. Bunyi yang diciptakan menggema di seluruh Pabrik Gula Colomadu dan menjadi harmonisasi musikal yang tidak biasa. (Bersambung ke halaman berikutnya)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

Setengah Abad Menemani Negeri: PT Solo Murni Rayakan Ulang Tahun Emas Lewat Kiky Run 2026.

PT Solo Murni (KIKY Stationery) akan menggelar lomba lari bertajuk KIKY Run 2026, Minggu...

More like this

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...