Thursday, January 22, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMencari Pembarong Yang Berkarakter Dalam Festival Singo Barong 2016

Mencari Pembarong Yang Berkarakter Dalam Festival Singo Barong 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

edit-gambar-1-770-513

Soloevent. id – Bunyi terompet Ponorogo dan dentuman kendang serta gamelan membahana di Stadion R. Maladi, Sriwedari, Sabtu (15/10/2016). Bebunyian tersebut mengiringi gerakan Suprapto Suryodarmo dan kawan-kawan saat membawakan sebuah potongan cerita Reog Ponorogo.

Pentas sekaligus umbul donga itu menjadi pembuka sebuah festival yang mempertemukan kelompok-kelompok Reog dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ajang tersebut bernama Festival Nasional Semarak Singo Barong 2016.

Hari itu hingga Minggu (16/10/2016), sebanyak 30 kelompok kesenian reog berlomba merebutkan gelar terbaik. Peserta berasal dari beberapa daerah seperti Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Salatiga, Ponorogo, dan Malang.

Ketua Panitia Festival Nasional Semarak Singo Barong 2016, Eko Sadono, menyebutkan, event ini mencari para pembarong yang berkarakter. “Kalau orang sudah masuk ke dadak merak, karakternya menjadi seperti macan. Kami mencari pembarong yang bisa menjiwai peran, misal saat berkelahi, tidur, ataupun menari,” ujarnya saat ditemui awak media, Sabtu (15/10/2016).

edit-gambar-2-770-513

Lelaki yang kerap dipanggil Eko Belang itu menambahkan, di setiap edisi ada peningkatan dari segi kualitas pementasan. Menurutnya, peserta tidak lagi asal main. Di tahun keempat ini, jumlah peserta dan penonton juga bertambah.

Selain melestarikan budaya bangsa, Festival Nasional Semarak Singo Barong 2016 digelar untuk mencari bibit-bibit seniman reog. “Diharapkan dari kegiatan ini dapat memotivasi para seniman reog untuk terus berkreasi,” ujar Eko.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo (diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Eny Tyasni Suzana), mengapresiasi diselenggarakannya Festival Nasional Semarak Singo Barong 2016. Ia berpesan, reog sebagai seni tradisi bangsa Indonesia harus dijaga regenerasinya supaya reog semakin lestari.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...