Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeMusikSolo City Jazz Ditutup Secara Meriah (Part 4)

Solo City Jazz Ditutup Secara Meriah (Part 4)

Published on

- Advertisement -spot_img

soloevent-10022016-foto-solo-city-jazz-01

Soloevent.id – “Menghujam Jantungku” menjadi pilihan lelaki tersebut. Awalnya lelaki itu sempat ditertawakan penonton karena salah masuk part vokal. Namun, beberapa saat setelahnya kondisi berubah. Ia malah dihadiahi tepukan tangan karena suaranya yang cukup bagus.

Tiba saatnya Tompi mengajaknya berduel improvisasi vokal. Di awal babak, ia mampu mengimbangi. Tetapi saat Tompi melakukan manuver vokal nan berlipat, pria itu menyerah. “Sampun, niku jenengan mawon. Niku keahlian e jenengan [Anda saja yang melakukannya. Itu keahlian Ada],” tuturnya polos yang langsung disambut tawa penonton.

Salah satu bentuk improvisasi vokal yang ditampilkan Tompi adalah nyinden. Saat nyinden, tiba-tiba Tompi memanggil satu nama dari backstage. Ternyata dia adalah Sruti Respati, salah satu sinden berbakat asal Kota Solo.

Selanjutnya, Tompi dan Sruti saling beradu vokal. “Coba dong pake Bahasa Aceh,” kata Sruti. Permintaan Sruti langsung diwujudkan. Tompi menyanyi dengan cengkok dan Bahasa Aceh. Tak mau kalah, Sruti melakukan pembalasan menggunakan olah vokal sindennya. Pertandingan berakhir, kedudukan seri. “Sruti Respati, dia adalah heritage Solo,” puji Tompi sebelum temannya itu turun dari pentas.

Selepas dihibur oleh duel dua maestro, alur pertunjukan berubah. Kali ini penonton ditenggelamkan dalam melankolia. Saat dentingan keyboard yang mengawali “Tak Pernah Setengah Hati” dimainkan, suasana mendadak kelabu. Ketika tiba di bagian chorus, suara khas Tompi yang ditemani dentingan keyboard membuat penonton di belakang Soloevent berujar, “Baper euy lagunya.”

Lagu melankolis itulah yang menjembatani Tompi menuju perjumpaan terakhirnya dengan Solo City Jazz 2016. “Tibalah kita di lagu terakhir. Enggak boleh marah. Acara ini gratisan, kan?” selorohnya. Saat itu Tompi memainkan “Mobil Balap” kepunyaan band favoritnya, Naif. Tembang klasik milik David Bayu dkk tersebut di-recycle dengan lebih lamban dan tentunya kental aura jazzy.

Namun “Mobil Balap” bukan lagu terakhir sesungguhnya. Sebuah nomor beraroma reggae, “Aku Jatuh Cinta”-lah yang menjadi lagu pamungkas Tompi dalam Solo City Jazz edisi ketujuh. Di ujung penampilannya, Tompi menunjukkan kualitasnya lewat duel scat singing versus permainan drum aduhai Echa Soemantri.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...

Float hingga Efek Rumah Kaca Ramaikan Solo City Jazz ke-13 di Pamedan Pura Mangkunegaran

Soloevent.id - Solo City Jazz ke-13 kembali digelar pada 27 September 2025 dengan menghadirkan...

Solo City Jazz 2025 Hadirkan Musisi Local Pride Solo

Soloevent.id - Kota Solo tidak pernah sepi event seru setiap bulannya. Sabtu (27/9/2025) terdapat...