Thursday, January 22, 2026
spot_img
HomeMusikMenikmati Malam Yang Jatuh Di Argo Budaya Uns Bersama Silampukau

Menikmati Malam Yang Jatuh Di Argo Budaya Uns Bersama Silampukau

Published on

- Advertisement -spot_img

MENIKMATI MALAM YANG JATUH DI ARGO BUDAYA UNS BERSAMA SILAMPUKAU

Soloevent.id – Grup folk Silampukau kembali menapakkan kakinya di Kota Solo. Kali ini Kharis Junandharu (vokal, gitar) dan Eki Tresnowening (vokal, gitar) tampil di sebuah pergelaran musik bertajuk Hutan Indie #4. Acara tersebut digagas oleh mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Musik Fisip (KMF) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Berbeda dari penampilan terdahulu, dalam lawatan keduanya ini duo asal Surabaya tersebut membawa pemain bas dan drum tambahan. Tampil dalam format full band, materi-materi yang mereka mainkan Sabtu (21/5/2016) itu terasa lebih segar dan berisi.

Malam itu Silampukau menyuguhkan sepuluh lagu. Setlist yang mereka bawakan dipenuhi oleh nomor-nomor berlirik satir dari album fenomenalnya, Dosa, Kota & Kenangan. Hanya ada satu tembang yang diambil dari mini album pertama, Sementara Ini.

Sugeng dalu, Solo,” ucap Kharis sebelum mendendangkan “Bola Raya”. “Balada Harian” disuguhkan sebagai lagu kedua. Bermain dengan personel tambahan menjadikan tembang tersebut terasa lebih riang dan semarak.

Kejadian tak terduga dialami Kharis saat menyanyikan “Lagu Rantau (Sambat Omah)”. Senar gitarnya putus. Walaupun ada kendala, tetapi mereka tetap menggeber lagu itu sampai tuntas.  Sembari menanti kru membetulkan gitar Kharis, Eki coba menyapa penonton. “Gimana Solo, kok panasnya tambah kayak Surabaya?” katanya sambil tersenyum.

Sebelum melanjutkan repertoar, Eki sedikit mengomentari soal gitar Kharis. “Terimakasih Nosstress buat pinjaman gitarnya,” ucap dia sembari cengengesan. Di beberapa nomor selanjutnya, gitar Cok Bagus Pemayun (salah seorang personel Nosstress) jadi barang berharga bagi kelangsungan pertunjukan Silampukau.

Usai distem, Silampukau menggiring penonton untuk menikmati malam lewat “Malam Jatuh di Surabaya”. Lagu ballads lirih ini terasa cocok didendangkan di bawah langit malam yang menaungi venue Argo Budaya UNS.

Salah satu tembang “nakal” di album Dosa, Kota & Kenangan, “Si Pelanggan”, tak lupa dihadirkan. Berbeda dari versi orisinalnya, malam itu “Si Pelanggan” dimainkan dalam tempo lebih lamban. Lirik-lirik nakal berbungkus puitis yang bercerita tentang aktivitas di lokalisasi Dolly, dinyanyikan Eki dalam karakter vokal berat.

“Aku Duduk Menanti” dan “Sang Juragan” dimainkan diurutan enam serta tujuh. Dua nomor hits, “Puan Kelana” dan “Doa 1”, sukses menggiring penonton ke dalam koor massal. Di lagu pamungkas, Silampukau mengakhiri secara indah lewat “Sampai Jumpa”.

Namun, pasca Silampukau turun panggung bukan berarti Hutan Indie #4 juga dipungkasi. Malahan tongkat estafet penampil berpindah ke tangan grup folk asal Bali, Nosstress.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...

Float hingga Efek Rumah Kaca Ramaikan Solo City Jazz ke-13 di Pamedan Pura Mangkunegaran

Soloevent.id - Solo City Jazz ke-13 kembali digelar pada 27 September 2025 dengan menghadirkan...

Solo City Jazz 2025 Hadirkan Musisi Local Pride Solo

Soloevent.id - Kota Solo tidak pernah sepi event seru setiap bulannya. Sabtu (27/9/2025) terdapat...