Friday, March 13, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaGong Solo 24 Jam Menari 2016 Ditabuh

Gong Solo 24 Jam Menari 2016 Ditabuh

Published on

- Advertisement -spot_img

GONG SOLO 24 JAM MENARI 2016 DITABUH

Soloevent.id – Hajatan akbar Solo 24 Jam Menari 2016 resmi ditabuh. Selama dua hari, Kamis-Jumat (28-29/4/2016), khalayak ramai bisa menikmati aneka sajian tari yang disuguhkan para penari dalam dan luar Solo, yang digeber di empat titik di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yakni Rektorat, Pendhapa, Teater Besar, dan Teater Kecil. Bahkan, saking membanjirnya peserta, pertunjukan tari akan dihelat hingga 36 jam.

Masyarakat juga bisa menjadi saksi kehebatan dua penari 24 jam, Samsuri dan Mudjo Setiyo, yang akan berlenggak-lenggok hingga Jumat pukul 16.10 WIB. Selain berkolaborasi bersama penari lain, kedua seniman itu juga menyuguhkan karya-karya tarinya.

Solo 24 Jam Menari 2016 secara resmi dibuka di Rektorat ISI Surakarta, Kamis sore. Sebelum upacara pembukaan, acara diawali oleh karnaval budaya yang melibatkan sebelas kelompok, di antaranya Maharupa, Barong Thir-Thur Sogok Tuntheng SMPN 5 Blora, Komunitas Nusa Tenggara Barat (NTB) Surakarta, Jaranan Buta Banyuwangi, Baleganjur Jurusan Tari ISI Surakarta, Gendang Beleg Sentanu Mataram, dan lainnya. Usai mengitari komplek ISI Surakarta, kelompok-kelompok tersebut diberi waktu untuk unjuk gigi.

Selepas tampilnya kesepuluh kelompok itu, acara dilanjutkan dengan umbul donga. Sebelum prosesi inti, kedua penari 24 jam diberikan kalungan bunga oleh Rektor ISI Surakarta, Sri Rochana, yang dilanjutkan pemberian gada dari rektor ke Samsuri.

Usai meliuk-liukkan tubuh bersama propertinya itu, pada pukul 16.10 WIB, Samsuri lantas memukulkan gada ke gong sebagai tanda dimulainya aksi kedua penari 24 jam. Setelahnya, kedua penari itu menyuguhkan karya tarinya yang berjudul “Bima Hambeksa” (Samsuri) dan “Sejatining Urip” (Mudjo Setiyo). Pasca menampilkan karya, Samsuri dan Mudjo Setiyo diarak menuju Pendhapa.

Di edisi kesepuluh ini, Solo 24 Jam Menari 2016 mengambil tema “Menyemai Rasa, Semesta Raga”. Sri Rochana mengungkapkan, tema tersebut dimaksudkan sebagai ajang untuk mengukuhkan rasa kebersamaan.

“Karena lewat tari tercipta keselarasan, keharmonisan, dan dapat mengukuhkan kebersamaan, Tari bukan hanya masalah bergerak secara fisik, melainkan juga terkait masalah jiwa untuk mengungkapkan rasa,” ujarnya.

Solo 24 Jam Menari merupakan agenda tahunan yang dihelat ISI Surakarta guna menyemarakkan Hari Tari Dunia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Bubur Samin Jayengan: Tradisi Berbuka Puasa Paling Ikonik di Kota Solo

Soloevent.id - Di berbagai daerah di Indonesia, menjelang dan selama bulan Ramadhan banyak dihiasi...

Ngabuburit Estetik : Putra-Putri Solo 2025 Hidupkan Suasana Ramadhan di Masjid Sheikh Zayed.

Soloevent.id - Paguyuban Putra-Putri Solo (PPS) 2025 menggelar acara bertajuk Srawung Festival Ramadhan pada...

Ramadhan Iftar The Sunan Hotel Solo Hadirkan Fashion Show Koleksi Batik Riana Kesuma

Soloevent.id - The Sunan Hotel Solo menggelar acara Fashion Show Ramadhan Collection di Narendra...

More like this

Bubur Samin Jayengan: Tradisi Berbuka Puasa Paling Ikonik di Kota Solo

Soloevent.id - Di berbagai daerah di Indonesia, menjelang dan selama bulan Ramadhan banyak dihiasi...

Ngabuburit Estetik : Putra-Putri Solo 2025 Hidupkan Suasana Ramadhan di Masjid Sheikh Zayed.

Soloevent.id - Paguyuban Putra-Putri Solo (PPS) 2025 menggelar acara bertajuk Srawung Festival Ramadhan pada...

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo, Masyarakat Umum Ikut Kenakan Busana Adat Jawa

Soloevent.id - Ribuan peserta memadati Stadion Sriwedari untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun...