Monday, October 19, 2026
HomeSeni dan BudayaSamsuri, Sang Penari 24 Jam Jalani Program Diet

Samsuri, Sang Penari 24 Jam Jalani Program Diet

Published on

- Advertisement -spot_img

SANG PENARI 24 JAM JALANI PROGRAM DIET

Soloevent.id – Samsuri sedang menghitung hari untuk memulai penampilannya di Solo 24 Jam Menari 2016, 28-29 April mendatang. Tahun ini, ia akan mencatatkan namanya dalam sejarah Solo 24 Jam Menari sebagai penari 24 jam. Samsuri tak sendirian. Ia ditemani oleh Mudjo Setyo, seorang seniman Wayang Orang Bharata.

Baca juga : Misi Samsuri dalam Solo 24 Jam Menari 2016

Pria 53 tahun ini menuturkan, dirinya sempat dilanda keraguan soal kesiapan menjadi penari 24 jam. Ini terkait dengan kondisi fisiknya. “Kekuatan fisik saya kurang meyakinkan karena usia yang telah berkepala lima,” ujarnya, Rabu (20/4/2016).

Namun, karena  tekadnya yang besar, Samsuri membuang jauh-jauh keraguan. Untuk itu, ia mulai melatih fisiknya dengan cara berolahraga.  “Saya main badminton, voli, bersepada. Itu yang saya lakukan selama dua bulan ini,” tutur pria kelahiran Klaten, 9 Februari 1963 ini.

Di samping berolahraga, Samsuri juga menjaga pola dan menu makannya. Ia mengaku melakukan diet kecil.  Diet yang dia lakukan adalah mengurangi makan nasi putih dan menggantinya dengan beras merah. Selain itu, sang penari 24 jam ini tidak mengonsumsi es dan mengurangi jajanan gorengan demi menjaga kebugaran. Diet yang ia jalankan ternyata efektif. Selama dua bulan menjalankannya, berat badan Samsuri yang semula 85 kilogram, turun menjadi 80 kilogram.

Dalam menjaga kekuatan tubuhnya, pengajar di Fakultas Seni dan Ilmu Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu berusaha melakukannya secara alami. “Saya tidak minum suplemen karena ada efek sampingnya,”  jelas dia.

Rutinitas barunya ini ia sikapi dengan gembira. Setelah mengajar hingga jam tiga sore, ia rehat sejenak selama dua jam. “Selepas jam lima sore, saya fokus latihan buat tari opening dan closing Solo 24 Jam Menari. Saya juga latihan bareng mahasiswa serta latihan buat materi saya. Soalnya sebagai penari 24 jam, harus terlibat di semuanya,” kata dia sembari terkekeh.

Walaupun menu latihannya padat, ternyata ada satu latihan uji ketahanan yang ogah ia jamah, yakni tidak tidur selama 24 jam. Samsuri beralasan, jadwalnya yang padat menjadi pertimbangan kenapa ia enggan berlatih itu. “Ini kan sudah dekat dengan Hari-H, saya takutnya kalau melakukan itu bakal nge-drop. Padahal saya harus menjaga tubuh biar fit,” ucapnya

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...