Friday, March 27, 2026
spot_img
HomeBisnisKisah Sukses Seller Bukalapak Solo

Kisah Sukses Seller Bukalapak Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

KISAH SUKSES SELLER BUKALAPAK SOLO

Jual barang gak harus baru. Barang lama pun bisa jadi duit.

Itulah salah satu prinsip Rully, sang best seller dari Bukalapak wilayah Solo. Alumni Fisip UNS Jurusan Komunikasi Massa ini memiliki dua kios di Bukalapak yang ia namai KMR (Kios Mas Rully) dan Solo Butik (Bunda Atik).

Ia beralasan pemilihan nama KMR dan Solo Butik karena mudah saat pengunjung searching di Bukalapak. Rully menyampaikan nasihat pertamanya, “Temen-temen kalau mau mbikin nama yang baik sekalian. Nanti kalo sudah besar (namanya), kita juga yang seneng,” kata dia saat mengisi Talkshow Bukalapak di Aula Fisip UNS, Jumat (1/4/2016)

Awal kariernya, Rully adalah seorang karyawan di salah satu pabrik tekstil di Palur. Bakat design yang ia dapat selama kuliah, digunakan saat mencoba usaha dagang. Dalam talkshow nya, ia menceritakan kisah masa kecilnya saat diajarkan secara tak langsung oleh ayahnya untuk berdagang.

“Dulu ketika umur 3-4 tahun, saya ingin mainan layangan seperti teman-teman saya di lapangan. Ayah memberi saya 12 layangan secara langsung dengan syarat layangannya tidak boleh berkurang kalo bisa nambah. Ya sudah saya jual saja ke teman-teman saya. Jadi saya bisa terus mainan dan layangan saya malah nambah,” bebernya kepada 422 peserta talk show Bukalapak.

Pemilihan bisnis lewat online dinilai Rully sangat cerdas. Menurutnya, seller hanya butuh smartphone dan niat untuk memulai bisnis online. “Kalo offline, kadang lapangan tidak mendukung. Di Bukalapak sehari bisa lebih dari dua juta pengunjung. Dari situ kita bisa melihat selera pasar,”ungkap lelaki yang memiliki omset Rp400 juta – Rp500 juta perbulan ini.

Di KMR, Rully menjual barang bekas seperti fish eye, lensa dan semua kebutuhan fotografi. Sedangkan di Solo Butik, ia menjual aksesoris, mainan, mobil diescast, baju, gelang yang berharga tidak lebih dari Rp150.000.

“Saya jual barang bekas saja laku. Apalagi barang baru. Ini artinya semua barang punya segmentasi sendiri. Yang paling penting adalah kita harus memulai bisnis dengan hobi kita sendiri,” ulasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Rayakan Malam Kemenangan, Mangkunegaran Ajak Warga Kirab Obor Keliling Pura

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran kembali menggelar tradisi kirab obor dan gunungan jaburan, Jumat malam...

Berebut Berkah di Garebeg Pasa 2026: Tradisi Lebaran Ikonik Keraton Solo.

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menggelar tradisi Garebeg Pasa, Minggu siang (22/3/2026)....

Malam Takbiran Estetik di Gatsu Solo: Wayang Jemblung dan Stand Up Comedy Curi Perhatian!

Soloevent.id - Komunitas Seniman Eling Gusti menggelar acara takbiran on the street, Kamis (19/3/2026)...

More like this

Ramadhan Iftar The Sunan Hotel Solo Hadirkan Fashion Show Koleksi Batik Riana Kesuma

Soloevent.id - The Sunan Hotel Solo menggelar acara Fashion Show Ramadhan Collection di Narendra...

Aston Solo Hotel Hadirkan Pengalaman Iftar Dunia dengan Sentuhan ASEAN

Soloevent.id - Dalam menyambut bulan suci ramadhan, Aston Solo Hotel resmi memperkenalkan rangkaian program...

Rayakan Hari Pers Nasional, Monumen Pers Solo Pamerkan 101 Koleksi Iklan Ikonik.

Soloevent.id - Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran bertajuk Warta Pariwara yang menampilkan koleksi...