Monday, February 23, 2026
spot_img
HomeBisnisKisah Sukses Seller Bukalapak Solo

Kisah Sukses Seller Bukalapak Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

KISAH SUKSES SELLER BUKALAPAK SOLO

Jual barang gak harus baru. Barang lama pun bisa jadi duit.

Itulah salah satu prinsip Rully, sang best seller dari Bukalapak wilayah Solo. Alumni Fisip UNS Jurusan Komunikasi Massa ini memiliki dua kios di Bukalapak yang ia namai KMR (Kios Mas Rully) dan Solo Butik (Bunda Atik).

Ia beralasan pemilihan nama KMR dan Solo Butik karena mudah saat pengunjung searching di Bukalapak. Rully menyampaikan nasihat pertamanya, “Temen-temen kalau mau mbikin nama yang baik sekalian. Nanti kalo sudah besar (namanya), kita juga yang seneng,” kata dia saat mengisi Talkshow Bukalapak di Aula Fisip UNS, Jumat (1/4/2016)

Awal kariernya, Rully adalah seorang karyawan di salah satu pabrik tekstil di Palur. Bakat design yang ia dapat selama kuliah, digunakan saat mencoba usaha dagang. Dalam talkshow nya, ia menceritakan kisah masa kecilnya saat diajarkan secara tak langsung oleh ayahnya untuk berdagang.

“Dulu ketika umur 3-4 tahun, saya ingin mainan layangan seperti teman-teman saya di lapangan. Ayah memberi saya 12 layangan secara langsung dengan syarat layangannya tidak boleh berkurang kalo bisa nambah. Ya sudah saya jual saja ke teman-teman saya. Jadi saya bisa terus mainan dan layangan saya malah nambah,” bebernya kepada 422 peserta talk show Bukalapak.

Pemilihan bisnis lewat online dinilai Rully sangat cerdas. Menurutnya, seller hanya butuh smartphone dan niat untuk memulai bisnis online. “Kalo offline, kadang lapangan tidak mendukung. Di Bukalapak sehari bisa lebih dari dua juta pengunjung. Dari situ kita bisa melihat selera pasar,”ungkap lelaki yang memiliki omset Rp400 juta – Rp500 juta perbulan ini.

Di KMR, Rully menjual barang bekas seperti fish eye, lensa dan semua kebutuhan fotografi. Sedangkan di Solo Butik, ia menjual aksesoris, mainan, mobil diescast, baju, gelang yang berharga tidak lebih dari Rp150.000.

“Saya jual barang bekas saja laku. Apalagi barang baru. Ini artinya semua barang punya segmentasi sendiri. Yang paling penting adalah kita harus memulai bisnis dengan hobi kita sendiri,” ulasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Rayakan Hari Pers Nasional, Monumen Pers Solo Pamerkan 101 Koleksi Iklan Ikonik.

Soloevent.id - Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran bertajuk Warta Pariwara yang menampilkan koleksi...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Ratusan Menu Nusantara di Iftar All You Can Eat Buffet

Soloevent.id - Menyambut bulan suci Ramadhan, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman berbuka...

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo, Masyarakat Umum Ikut Kenakan Busana Adat Jawa

Soloevent.id - Ribuan peserta memadati Stadion Sriwedari untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun...

More like this

Rayakan Hari Pers Nasional, Monumen Pers Solo Pamerkan 101 Koleksi Iklan Ikonik.

Soloevent.id - Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran bertajuk Warta Pariwara yang menampilkan koleksi...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Ratusan Menu Nusantara di Iftar All You Can Eat Buffet

Soloevent.id - Menyambut bulan suci Ramadhan, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman berbuka...

Symphony Ramadhan di Mercure Solo: Nikmati Harmoni Menu Dunia di Jantung Kota

Soloevent.id - Bulan Ramadhan identik dengan momen berbuka puasa bersama keluarga, rekan dan komunitas....