Tuesday, October 6, 2026
HomeSeni dan BudayaRed Batik Solo Perkenalkan Karya Terbarunya

Red Batik Solo Perkenalkan Karya Terbarunya

Published on

- Advertisement -spot_img

RED BATIK SOLO PERKENALKAN KARYA TERBARUNYA

Red Batik Solo tak berhenti melakukan eksplorasi. Dalam rangka keterlibatannya di Semarang Night Carnival 2016,  komunitas kreatif tersebut mengeluarkan karya terbarunya yang terinspirasi dari Warag Ngendog.

Warag Ngendog merupakan hewan mitologi yang tersusun atas tiga bagian tubuh binatang, yakni naga (kepala), buraq (badan), dan kambing (kaki). Red Batik Solo menjadikan Warag Ngendog sebagai sumber inspirasi karena hewan ini melambangkan akulturasi budaya, serupa dengan kondisi yang terjadi di Semarang.

“Naga mewakili etnis Tionghoa, buraq mewakili etnis Arab, sedangkan kambing mewakili etnis Jawa. Dari karya ini, kami ingin mengangkat nilai akulturasinya,” ujar Direktur Program Red Batik Solo, Heru Prasetya, saat ditemui di sela pemotretan kreasi terbarunya, Fantasi Warag Ngendog, di Omah Sinten, Selasa (23/2/2016).

Heru mengatakan, Fantasi Warag Ngendog didominasi tiga warna yaitu merah, kuning, hijau. Warna-warna tersebut mengesankan irama yang dinamis. Dalam pembuatan kostum ini, Red Batik Solo menggunakan bahan-bahan alami, seperti bambu, rotan, anyaman pandan, dan biji-bijian.

Lima rancangan Fantasi Warag Ngendog tersebut nantinya bakal dipresentasikan kepada seribu calon peserta Semarang Night Carnival 2016, Jumat (26/2/2016) mendatang. “Red Batik Solo sebagai konseptor dan instruktur Semarang Night Carnival 2016, akan memberikan sebuah awalan karya berbentuk Fantasi Warag Ngendog. Karya tersebut, kami jadikan pancingan agar para peserta bisa merancang kostumnya dengan penuh imajinasi dan fantasi,” jelas Heru.

Red Batik Solo bakal mengadakan workshop sebanyak sepuluh kali pertemuan untuk membimbing para calon peserta dalam mengkreasikan kostumnya. “Kami coba menginspirasi para remaja supaya Warag Ngendog semakin menjadi bahasa visual anak-anak muda Semarang, tanpa meninggalkan hakikatnya sebagai simbol akulturasi,” jelas dia.

Selama ini Heru mengamati, Warag Ngendog hanya dipakai sebagai ikon kirab dugderan atau dijadikan suvenir, dan belum ada yang menjadikannya sebagai inspirasi kostum karnaval. “Padahal Warag Ngendog itu sangat mencirikan Semarang,” tuturnya.

2016 ini jadi tahun kedua Red Batik Solo berpartisipasi di Semarang Night Carnival. Agenda budaya tahunan tersebut bakalan dihelat 7 Mei mendatang di Kota Lama, Semarang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

More like this

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...