Wednesday, August 26, 2026
HomeSeni dan BudayaRed Batik Solo Perkenalkan Karya Terbarunya

Red Batik Solo Perkenalkan Karya Terbarunya

Published on

- Advertisement -spot_img

RED BATIK SOLO PERKENALKAN KARYA TERBARUNYA

Red Batik Solo tak berhenti melakukan eksplorasi. Dalam rangka keterlibatannya di Semarang Night Carnival 2016,  komunitas kreatif tersebut mengeluarkan karya terbarunya yang terinspirasi dari Warag Ngendog.

Warag Ngendog merupakan hewan mitologi yang tersusun atas tiga bagian tubuh binatang, yakni naga (kepala), buraq (badan), dan kambing (kaki). Red Batik Solo menjadikan Warag Ngendog sebagai sumber inspirasi karena hewan ini melambangkan akulturasi budaya, serupa dengan kondisi yang terjadi di Semarang.

“Naga mewakili etnis Tionghoa, buraq mewakili etnis Arab, sedangkan kambing mewakili etnis Jawa. Dari karya ini, kami ingin mengangkat nilai akulturasinya,” ujar Direktur Program Red Batik Solo, Heru Prasetya, saat ditemui di sela pemotretan kreasi terbarunya, Fantasi Warag Ngendog, di Omah Sinten, Selasa (23/2/2016).

Heru mengatakan, Fantasi Warag Ngendog didominasi tiga warna yaitu merah, kuning, hijau. Warna-warna tersebut mengesankan irama yang dinamis. Dalam pembuatan kostum ini, Red Batik Solo menggunakan bahan-bahan alami, seperti bambu, rotan, anyaman pandan, dan biji-bijian.

Lima rancangan Fantasi Warag Ngendog tersebut nantinya bakal dipresentasikan kepada seribu calon peserta Semarang Night Carnival 2016, Jumat (26/2/2016) mendatang. “Red Batik Solo sebagai konseptor dan instruktur Semarang Night Carnival 2016, akan memberikan sebuah awalan karya berbentuk Fantasi Warag Ngendog. Karya tersebut, kami jadikan pancingan agar para peserta bisa merancang kostumnya dengan penuh imajinasi dan fantasi,” jelas Heru.

Red Batik Solo bakal mengadakan workshop sebanyak sepuluh kali pertemuan untuk membimbing para calon peserta dalam mengkreasikan kostumnya. “Kami coba menginspirasi para remaja supaya Warag Ngendog semakin menjadi bahasa visual anak-anak muda Semarang, tanpa meninggalkan hakikatnya sebagai simbol akulturasi,” jelas dia.

Selama ini Heru mengamati, Warag Ngendog hanya dipakai sebagai ikon kirab dugderan atau dijadikan suvenir, dan belum ada yang menjadikannya sebagai inspirasi kostum karnaval. “Padahal Warag Ngendog itu sangat mencirikan Semarang,” tuturnya.

2016 ini jadi tahun kedua Red Batik Solo berpartisipasi di Semarang Night Carnival. Agenda budaya tahunan tersebut bakalan dihelat 7 Mei mendatang di Kota Lama, Semarang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Lumicarna Retro Vibes! Intip Kemeriahan Rapmafest 2026 Milad ke-29 UMS Rapma FM.

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM menghadirkan perayaan milad ke-29...

Pawai Pembangunan Kota Solo 2026 Angkat Isu Kepedulian Lingkungan

Soloevent.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggelar pawai pembangunan dalam rangka peringatan HUT...

More like this

Pawai Pembangunan Kota Solo 2026 Angkat Isu Kepedulian Lingkungan

Soloevent.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggelar pawai pembangunan dalam rangka peringatan HUT...

Festival Gamelan Nusantara 2026, Tampilkan Tembang Dolanan Dalam Tradisi Musik Gamelan Nusantara

Soloevent.id - Festival Gamelan Nusantara 2026 digelar di Taman Banjarsari Solo, Jumat (21/8/2026). Festival...

Resmi, Mangkunegaran dan SIPA Community Jalin Kemitraan SIPA 2026

Surakarta (20/08/2026) – Pada hari Kamis tanggal 20 bulan Agustus tahun 2026 telah diadakan...