Wednesday, June 3, 2026
HomeSeni dan BudayaRibuan Orang Meriahkan Grebeg Sudiro 2016

Ribuan Orang Meriahkan Grebeg Sudiro 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

BERBURU KUE KERANJANG DI GREBEG SUDIRO 2016

Minggu (31/1/2016) sekitar pukul 13.00 WIB, hujan membasahi Pasar Gede, Solo. Selang satu jam, tak ada lagi air yang turun dari langit. Walaupun matahari masih enggan menampakkan sinar terangnya, tapi kesempatan itu tak ingin disia-siakan warga. Mereka mulai berkerumun di pinggir jalan untuk menyaksikan prosesi kirab Grebeg Sudiro 2016.

Usai sambutan-sambutan, rombongan kirab Grebeg Sudiro 2016 diberangkatkan oleh Pelaksana Harian (Plh) Penjabat (Pj) Wali Kota Solo, Budi Yulistianto. Dengan tema “Harmoni dalam Ke-Bhineka-an”, iring-iringan kirab diawali para pembawa simbol negara Indonesia.

Tampil setelahnya yakni Marching Band Gita Pamong Praja. Di depan panggung kehormatan, mereka beratraksi. Lima buah bass drum disusun membentuk huruf “x”. Selanjutnya satu orang dari mereka naik ke puncaknya. Tak berhenti sampai di situ, lelaki tersebut kemudian unjuk kekuatan dengan menggigit bass drum. Melihat itu, penonton menghadiahinya dengan tepukan tangan.

Penonton Grebeg Sudiro 2016 juga disuguhi aneka kostum unik yang dibawakan Komunitas Maharupa. Kostum  fashion art yang menonjolkan unsur imajinatif tersebut cukup mencuri perhatian warga. Banyak warga yang membidikkan kamera smatphone-nya ke arah para model.

Aksi akrobatik grup barongsai dan liong, Macan Putih, juga membuat pengunjung kagum. Mata mereka mengarah ke depan panggung kehormatan saat grup itu beratraksi di sana. Sebelum berpawai, rombongan barongsai dan liong tersebut melahap angpao yang diberikan para tamu kehormatan.

Bukan Grebeg Sudiro namanya jika tidak ada jodang berisi kue keranjang. Tahun ini, panitia mengeluarkan dua jodang utama berbentuk Pasar Gede dan Klenteng Tien Kok Sie. Nah yang unik, di tahun Monyet Api ini,  jodang utama dikawal dua tokoh kera yakni Hanoman dan Sun Go Kong. Bersatunya dua tokoh tersebut sebagai perlambang kebersamaan di dalam perbedaan, yang selaras dengan tema.

Baca juga : Berburu Kue Keranjang Gratis

Tak hanya Sun Go Kong dan Hanoman, spirit “Harmoni dalam Ke-Bhineka-an” diwujudkan dengan tampilnya tokoh-tokoh budaya Cina dan Jawa, seperti Cai Sen Ye, Dewi Kwam Im, Biksu Tong Sam Cong, Punakawan, dan lainnya. Grebeg Sudiro pun telah melebur menjadi agenda budaya milik bangsa Indonesia. Ini terbukti dengan turut sertanya Ikatan Mahasiswa Lampung, Sanggar Tari Siger Lampung, Ikatan Mahasiswa Palembang, yang berparade mengenakan busana adatnya.

Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2016, Debora Septi Ana, mengatakan, Grebeg Sudiro merupakan event budaya yang rutin digelar dengan menampilkan konsep multikultur. “Di tahun ini, Grebeg Sudiro diikuti oleh 1.825 orang, yang berasal dari 54 kelompok,” jelasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gelar Event Kaum Ngalcerun di Kampung Wisata Batik Kauman

Soloevent.id - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Kaum Ngalcerun di...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...