BERBURU KUE KERANJANG GRATIS DI GREBEG SUDIRO

BERBURU KUE KERANJANG GRATIS DI GREBEG SUDIRO

Gong perayaan Tahun Baru Imlek 2567 di Kota Solo sudah ditabuh. Beragam rangkaian acara dipersiakan. Kamis (28/1/2016) lalu prosesi Umbul Mantram membuka perayaan Imlek di Solo. Bazar dan wisata air di Kali Pepe juga sudah mulai dijalankan.

Rangkaian acara berlanjut Minggu (31/1/2016) sore kemarin. Salah satu ikon perayaan Imlek di Kota Bengawan, Grebeg Sudiro, kembai dihelat. Event ini sekaligus jadi simbolisasi eratnya kebersamaan antara masyarakat Tionghoa dan Jawa, yang hidup di Kampung Sudiroprajan. “Harmoni dalam Ke-Bhineka-an” menjadi tema tahun ini.

Sebanyak 1.825 orang turut terlibat dalam Grebeg Sudiro 2016. Seperti tahun-tahun yang lalu, edisi kali ini tetap diadakan arak-arakan jodang berisi kuliner khas Kampung Sudiroprajan. Salah satunya yaitu kue keranjang. Ada dua jodang utama yang berisi kue keranjang, yakni jodang berbentuk Pasar Gede dan Klenteng Tien Kok Sie.

Setelah diarak, kue keranjang dan aneka buah serta kuliner itu dibagikan kepada masyarakat. Seperti biasanya, dua jodang berisi kue keranjang adalah yang paling diincar warga. Jodang-jodang tersebut biasanya diperebutkan di dekat Tugu Jam Pasar Gede.

Baca juga : Kemeriahan Grebeg Sudiro 2016

Namun tidak dengan kemarin. Karena antusiasme besar masyarakat, kurang lebih 100 meter dari Tugu Jam Pasar Gede, jodang-jodang kue keranjang itu telah habis diserbu. Barikade manusia yang mengitari jodang utama, tak kuasa menahan “gempuran” warga. Tak hanya jodang utama, gunungan berisi jeruk juga tak luput dari incaran penonton.

Warga kemudian berkerumun di depan eks Pasar Ikan. Di sanalah kue-kue keranjang akan dibagikan. Sambil mendongak ke lantai dua, beberapa orang berujar, “Ayo, ndang diuncalke! [Ayo, segera lemparkan!]”. Tak berselang lama, warga mulai berebutan kue keranjang.

Salah seorang warga yang berhasil mendapatkan dua buah kue keranjang, Asih Tri Mirasih (32), mengaku, prosesi pembagian kue keranjang adalah yang paling dinantinya dari Grebeg Sudiro. “Menyenangkan, walaupun harus untel-untelan. Pas sampai rumah, kue ini langsung saya makan,” kata wanita asal Gilingan, Solo, itu.

Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2016, Debora Septi Ana, mengatakan, edisi kali ini panitia membagikan satu ton kue keranjang kepada masyarakat.

Terkait

KISAH CEPOT DI SOLO IMLEK FESTIVAL 2016 Setelah dibuka oleh Grebeg Sudiro, gaung perayaan Tahun Baru Imlek 2567 di Kota Solo semakin besar. Senin (1//2/2016) malam, Solo Imlek Festival 2...
RIBUAN ORANG MERIAHKAN GREBEG SUDIRO 2016 Minggu (31/1/2016) sekitar pukul 13.00 WIB, hujan membasahi Pasar Gede, Solo. Selang satu jam, tak ada lagi air yang turun dari langit. Walaupun m...