Monday, January 26, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaCara Mahasiswa Isi Surakarta Mengeksplorasi Batik Dalam Balutan Fashion Show

Cara Mahasiswa Isi Surakarta Mengeksplorasi Batik Dalam Balutan Fashion Show

Published on

- Advertisement -spot_img

CARA MAHASISWA ISI SURAKARTA MENGEKSPLORASI BATIK DALAM BALUTAN FASHION SHOW

Sebagai warisan budaya, batik wajib dilestarikan. Beragam cara dilakukan demi menjaga batik tetap eksis. Mahasiswa Program Studi Batik Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, punya cara untuk mempertahankannya dengan melakukan eksplorasi batik.

Karya-karya mahasiswa angkatan 2012 ISI Surakarta tersebut ditampilkan dalam peragaan busana bertema “Helaian Manikam Nusantara”, yang digelar di Gedung Serbaguna Sungging Prabangkara ISI Surakarta, Mojosongo, Senin (28/12/2015).

44 busana disajikan di acara itu. Setiap desainer wajib mengeksplorasi batik ke dalam empat busana yakni casual, gaun malam, kebaya, dan cocktail. Sentuhan-sentuhan modern mereka terapkan dalam motif-motif batik tradisional, sehingga jika sekilas dipandang tampak elegan. Supaya kesan Nusantara terasa, beberapa desainer  memberikan aksen etnik dari luar Pulau Jawa.

Salah satu desainer, Kholida Nur Octania, mengkreasikan busana bertema “Insurgent Way of Batik”. Walaupun batik yang ia tampilkan bertema abstrak, tetapi proses pembuatannya tetap menggunakan cara tradisional. Lewat karyanya, Kholida ingin melakukan perlawanan terhadap batik printing. “Sekarang di pasaran banyak bertebaran batik printing. Itu mematikan pembuat batik tradisional,” tuturnya.

CARA MAHASISWA ISI SURAKARTA MENGEKSPLORASI BATIK DALAM BALUTAN FASHION SHOW 2

Ketua Pelaksana fashion show “Helaian Manikam Nusantara”, Dafid Hadi Susilo, menjelaskan, karya-karya yang dipertunjukkan sebenarnya dibuat untuk ujian semester. “Daripada ujiannya biasa-biasa aja, akhirnya kami merancang pergelaran ini,” katanya.

David menambahkan, “Helaian Manikam Nusantara” merupakan perwujudan para anak muda untuk mempertahankan eksistensi batik. “Kami juga pengen menunjukkan kalau kain batik itu bisa dibikin banyak variasi, sehingga cocok dipakai anak muda,” ungkap dia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...