Sunday, January 25, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMemedi Sawah Jadi Tema Lomba Di Kampung Seni Isi

Memedi Sawah Jadi Tema Lomba Di Kampung Seni Isi

Published on

- Advertisement -spot_img

MEMEDI SAWAH JADI TEMA LOMBA DI KAMPUNG SENI ISI

Institut Seni Indonsia Solo menggelar acara Kampung Seni. Acara ini diadakan di Kampus II ISI Surakarta selama 2 hari, 7-8 November 2015 mulai pukul 07.00-21.00 WIB. Kampung Seni ini dibuka oleh Rektor ISI Surakarta diiringi staff, pejabat beserta tamu undangan.

Performance eksperimen kreatif menjadi awal prosesi pembukaan Kampung Seni. Konsep eksperimen kreatif ini adalah masyarakat petani yang sudah mulai terdesak pembangunan. Ini divisualkan dengan seorang petani mengayuh sepeda sambil menarik sawah. Sangking berat dan lamanya berjuang di lahan pertanian, muncul tanaman di tubuh petani sebagai simbolisasi kerja kerasnya.

Di hari pertama, acara Kampung Seni diramaikan oleh anak-anak SD yang mengikuti lomba mewarnai memedi sawah dan mural on the street dari jam 7 pagi. Mereka mendapatkan  kapur untuk mencoret jalan di sekitar kampus. “Bagaimana anak-anak itu berkreasi. Mereka bebas mengekspresikan. Manusia itu mempunyai dasar kreatifitas. Anak-anak itu saya bebaskan. Coba kamu goreskan kapur di jalan, di paving ini.” cerita Indarto, S.Sn, M.Sn, HDii.  Tema khusus dari mewarnai jalan ini ialah masyrakat agraris. “Event kita ini kedepan memang akan kita selenggarakan antara bulan 9-11. Bulan dimana akan ada satu pergantian musim dari yang panas kemarau panjang akan mengahadapi musim penghujan. Itu pertimbangnnya adalah lebih kepada sebagian besar masyarakat nusantara adalah masyarakat petani. Masyarakat petani adalah penyokong utama roda ekonomi”, terang Indarto, S.Sn, M.Sn, HDii.

Alasan memedi sawah menjadi tema lomba mewarnai karna memedi sawah ialah wujud dari visualisasi konsep petani. Petani mempunyai satu dewi yaitu Dewi Sri lambang kesuburan, kemakmuran bagi masyarakat petani. Wujud Dewi Sri menjadi konsep visual memedi sawah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...