Wednesday, January 21, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaGamelan 'diemohi' Anak Muda, Para Seniman Sengaja 'bertarung'

Gamelan ‘diemohi’ Anak Muda, Para Seniman Sengaja ‘bertarung’

Published on

- Advertisement -spot_img

 

konser gamelan

Apa jadinya jika cita rasa tradisional gamelan bercampur dengan tabuhan instrumen modern? Inilah yang tersaji pada acara Konser Gamelan Akbar 2015. Tepat pukul 20.00 WIB, acara musik yang digelar atas kerjasama Pemerintah Kota Surakarta dengan Lembaga Lestari Gamelan ini berhasil memberikan sajian musik yang berbeda.

Digelar di pelataran Benteng Vasteburg pada 6 Juni 2015 konser ini merupakan kali kedua. Sebelumnya acara serupa pernah digelar di venue yang sama. Bedanya, konser gamelan kali ini dihelat dengan tema “Battle Youth”.

Ya, 3 seniman asal Institut Seni Indonesia (ISI) Solo memang ‘bertarung’ dalam satu panggung yang megah.  Mereka adalah Lukas Danaswara, Yenni ‘Kriwil’ Amara, dan Gendut Dwi Suryanto. Ketiganya mengaransemen aneka macam gendhing dengan sentuhan instrumen modern seperti jimbe, biola,  saxophone, rebana, dan gitar listrik.

Sepanjang acara, ketiganya menampilkan tetabuhan yang berbeda. Seperti Lukas yang dominan menggunakan perkusi, Yenni dengan paduan suara bernuansa Jawa, dan Gendut yang lebih menggunakan nuansa Bali.

Saat pembukaan acara, Begog Joko Winarso selaku ketua panitia mengatakan bahwa acara ini merupakan salah satu bentuk keprihatinan. “Kami prihatin karena gamelan di Solo saat ini cenderung diemohi oleh kalangan muda. Gamelan terasa asing. Harapannya, acara ini bisa memasyarakatkan gamelan di kalangan anak muda,” kata Winarso.

Semakin meriah, karena konser ini juga menyelipkan aneka macam kembang api untuk membuka acara. Tamu yang hadir tidak hanya berasal dari warga Solo, namun juga dari Jogjakarta. Tampak juga wisatawan mancanegara turut menikmati suguhan konser ini.

konser gamelan2

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...