Tuesday, October 20, 2026
HomeSeni dan BudayaGamelan 'diemohi' Anak Muda, Para Seniman Sengaja 'bertarung'

Gamelan ‘diemohi’ Anak Muda, Para Seniman Sengaja ‘bertarung’

Published on

- Advertisement -spot_img

 

konser gamelan

Apa jadinya jika cita rasa tradisional gamelan bercampur dengan tabuhan instrumen modern? Inilah yang tersaji pada acara Konser Gamelan Akbar 2015. Tepat pukul 20.00 WIB, acara musik yang digelar atas kerjasama Pemerintah Kota Surakarta dengan Lembaga Lestari Gamelan ini berhasil memberikan sajian musik yang berbeda.

Digelar di pelataran Benteng Vasteburg pada 6 Juni 2015 konser ini merupakan kali kedua. Sebelumnya acara serupa pernah digelar di venue yang sama. Bedanya, konser gamelan kali ini dihelat dengan tema “Battle Youth”.

Ya, 3 seniman asal Institut Seni Indonesia (ISI) Solo memang ‘bertarung’ dalam satu panggung yang megah.  Mereka adalah Lukas Danaswara, Yenni ‘Kriwil’ Amara, dan Gendut Dwi Suryanto. Ketiganya mengaransemen aneka macam gendhing dengan sentuhan instrumen modern seperti jimbe, biola,  saxophone, rebana, dan gitar listrik.

Sepanjang acara, ketiganya menampilkan tetabuhan yang berbeda. Seperti Lukas yang dominan menggunakan perkusi, Yenni dengan paduan suara bernuansa Jawa, dan Gendut yang lebih menggunakan nuansa Bali.

Saat pembukaan acara, Begog Joko Winarso selaku ketua panitia mengatakan bahwa acara ini merupakan salah satu bentuk keprihatinan. “Kami prihatin karena gamelan di Solo saat ini cenderung diemohi oleh kalangan muda. Gamelan terasa asing. Harapannya, acara ini bisa memasyarakatkan gamelan di kalangan anak muda,” kata Winarso.

Semakin meriah, karena konser ini juga menyelipkan aneka macam kembang api untuk membuka acara. Tamu yang hadir tidak hanya berasal dari warga Solo, namun juga dari Jogjakarta. Tampak juga wisatawan mancanegara turut menikmati suguhan konser ini.

konser gamelan2

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...