Thursday, February 12, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaBegini Curhatan Seorang Penari Solo 24 Jam Menari

Begini Curhatan Seorang Penari Solo 24 Jam Menari

Published on

- Advertisement -spot_img

BEGINI CURHATAN SEORANG PENARI SOLO 24 JAM MENARI

 

Salah satu keunikan Solo 24 Jam Menari adalah adanya penari yang menari selama 24 jam non stop. Di gelaran 2015 ini, ada empat penari yang melakukannya. Mereka adalah Anggono Kusumo (Solo), Stefanus Adi Prastiwa (Lubuk Linggau), Alfianto (Bandung), dan Abdurachem Jati (DKI Jakarta).

Tubuh keempatnya harus tetap bergerak sepanjang hari, bahkan saat istirahat sekalipun. Saat Soloevent menemui Anggono Kusumo, ia sedang rehat di backstage. Ketika Soloevent temui, pria berambut keriting ini telah 5 jam menari. Ia sedang rehat dari pentas.

Walaupun berada di balik panggung, Anggono tetap meliukkan tubuhnya meskipun dengan intensitas gerak rendah. Soloevent kemudian menanyakan adakah persiapan khusus yang dilakukannya demi memeriahkan Solo 24 Jam Menari. “Secara khusus nggak ada. Setiap hari saya udah gerak, soalnya setiap minggu saya ngajar tari. Kalau lebihnya sih paling lari-lari kecil sama latihan nafas,” jelasnya saat ditemui di Pendapa Ageng ISI Surakarta, Rabu (29/4/2015).

Yang mendasari dirinya untuk menari 24 jam adalah tantangan. Ia ingin menguji dirinya sendiri. “Saya sudah belajar tari sejak kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Kali ini saya kepingin melatih ketahanan fisik saya,” ucap dia.

Anggono menjelaskan tantangan terbesarnya dalam menjalani proses menari 24 jam adalah rasa kantuk. “Tadi sekitar jam 09.00-10.00, saya sempat rebahan sebentar. Walaupun rebahan, tapi tetap nari.” “Untungnya saya didampingi tim. Jadi kalau saya ngantuk, saya minta anter ke kamar mandi buat cuci muka,” tambahnya.

 

ANGGONO KUSUMO_
Anggono Kusumo

 

Nah, yang “menggelikan” adalah saat penari 24 jam itu hendak buang air. Anggono harus tetap melakukannya dalam keadaan menari. “Kalau nggak nari bisa didiskualifikasi lah,” tuturnya sembari terkekeh.

Demi menunjang performanya, Anggono mempunyai resep khusus. “Tadi saya makan telur kampung 1 biji. Madu juga tidak boleh kelupaan,” bebernya. Fisik terbaik harus disiapkan oleh dia. Pasalnya selain mengiringi para performer Solo 24 Jam Menari, dia juga mementaskan delapan repertoar tari garapannya. “Pentas tari yang saya mainkan di acara ini merupakan hasil pencarian saya,” terangnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

More like this

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...