Friday, April 10, 2026
spot_img
HomeMusikDuet Musik Keroncong Dan Country Di Balada Balada #5

Duet Musik Keroncong Dan Country Di Balada Balada #5

Published on

- Advertisement -spot_img

DUET MUSIK KERONCONG DAN COUNTRY DI BALADA BALADA #5

Apa jadinya ya, saat keroncong dikombinasikan dengan musik country? Mungkin terdengar asing, tapi di tangan Hannah Standiford dan Orkes Keroncong (OK) Iblis, dua hal itu menjadi tampilan yang menarik dan terasa catchy di kuping. Kolaborasi lintas budaya itu tersaji dalam gelaran Balada Balada #5, Minggu (29/3/2015) di Bentara Budaya Balai Soedjatmoko, Solo.

Perpaduan itu terasa manis saat instrumen-instrumen khas keroncong seperti cak, cuk, bass betot (contrabass), biola; bertemu dengan alat musik petik khas country, banjo. Bunyi-bunyian yang dihasilkan begitu legit, ditambah pembagian porsi yang pas di antara dua genre tersebut.

Suasana berubah syahdu tatkala Hannah bernyanyi sembari memainkan gitar akustik di lagu “Burry Me Beneath the Willow”. Walaupun lagu tersebut bercerita tentang cinta yang tak berbalas, tapi nuansa yang terbangun tidak menciptakan kesan galau. Pun dengan tembang kedua, “Short Life of Trouble”.

Cengkok country yang mengalun dari bibir Hannah terdengar empuk. Lewat balutan suaranya, wanita asal Virginia, Amerika Serikat ini seperti mengajak pendengar untuk menikmati langit sore sembari duduk di atas pagar kayu, yang mana terhampar padang rumput luas di depannya. Namun, saat irama berubah menjadi keroncong, imajinasi itu terbang melintasi benua hingga hinggap kembali di sudut-sudut Kota Solo.

Kolaborasi tersebut bertambah unik saat mereka melantunkan lagu ketiga dan keempat. Di lagu “John Henry” dan “Palms of Victory”, Hannah turut mengundang dua orang temannya untuk mengaktualisasikan tembang yang berumur 200 tahun itu ke dalam permainan shadow puppet (baca: wayang beber).

Hannah – yang kini tengah menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta – menuturkan memang mempunyai keinginan untuk memadukan dua musik lintas benua tersebut. “Saya ingin mencoba apakah hasilnya bagus atau tidak,” katanya saat dijumpai Soloevent di sela acara Balada Balada #5.

Sedangkan, Koordinator OK Indonesia Bersama Leluhur Indonesia Sukses (Iblis), Dwijaya Syaiful Munir, menerangkan bahwa musik keroncong merupakan musik yang memiliki tingkat fleksibilitas tinggi, sehingga kelompoknya tak ragu untuk menyandingkannya dengan country.  “Keroncong itu mau dimasuki musik apa saja tetap masuk. Pementasan ini salah satunya eksplorasinya,” jelasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...

More like this

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...

Float hingga Efek Rumah Kaca Ramaikan Solo City Jazz ke-13 di Pamedan Pura Mangkunegaran

Soloevent.id - Solo City Jazz ke-13 kembali digelar pada 27 September 2025 dengan menghadirkan...

Solo City Jazz 2025 Hadirkan Musisi Local Pride Solo

Soloevent.id - Kota Solo tidak pernah sepi event seru setiap bulannya. Sabtu (27/9/2025) terdapat...