Friday, January 30, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMenelisik Tari Kontemporer

Menelisik Tari Kontemporer

Published on

- Advertisement -spot_img

MENELISIK-TARI-KONTEMPORER-post__

Apakah terfikir oleh anda bahwa kontemporer itu adalah  sebuah seni berharga mahal? James Cousin Company baru saja melangsungkan penampilannya di Kota Solo. Acara yang dihelat di Teater Besar Institut Seni Indonesia atau ISI ini juga menggelar pertunjukkannya di Ciputra Hall, Citraland Surabaya tanggal 1-2 November silam. Pertunjukkan yang menjadi bagian tour di 4 negara menyajikan tari kontemporer karya James Cousin Company yang berasal dari Inggris.

Pengertian kontemporer sendiri adalah perkembangan seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Tari yang menjadi perpaduan dari dua metode yakni tari modern dan tari postmodern ini adalah sebuah genre dari tari konser. Tari kontemporer adalah sebuah tarian tersirat yang menampilkan teknik tari klasik dan tidak menggunakan bentuk tari yang terstruktur. Tari yang didalami oleh beberapa pelopor seperti Emili Jaques-Dalcroze, Martha Graham, dan Loie Fulle ini adalah teknik tari yang memfilosofikan balet kontemporer.

Indonesia juga tak ketinggalan dalam kesenian yang satu ini. Seni tari kontemporer Indonesia banyak meminjam pengaruh dari luar. Awal kisahnya ada dua orang seniman Indonesia yang hijrah ke Amerika untuk mencari ilmu tentang tarian ini, dah alhasil ketika kembali mereka mendapatkan kesenian yang baru. Kesenian baru ini tidak terlepas dari kesenian tari tradisional milik negara sendiri. Dengan perpaduan tari modern dan tradisional akhirnya lahirlah arah, wajah, gerakan, dan koregrafi baru yang lahir di Indonesia. Contohnya saja tari jawa, dalam tarian ini pose wajah serta sikap tubuh dan keanggunan juga terpapar dalam Tari Kontemporer Indonesia.

Kini Indonesia tak kalah dengan negara luar yang juga mempunyai tari kontemporer. Dengan peluang yang tidak sedikit tari ini mulai dikenalkan oleh kaula muda agar menyukai tarian yang lahir dinegara ini. So, yuk mulai menyukai tari kontemporer Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

Bukan Sekadar Fashion Show, Rotary Club Solo Buktikan Perayaan Ultah Bisa Sambil Bantu Sesama.

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary Rotary Club Solo Sriwedari ke-13 menggelar lomba batik...

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...