Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeMusikLagu All Of Me John Legend Di Obrak-Abrik Pecas Ndahe

Lagu All Of Me John Legend Di Obrak-Abrik Pecas Ndahe

Published on

- Advertisement -spot_img

diobrakabrik pecas ndahe-post__

“Lungguh! Lungguh! Pada-pada mbayare, woy!” Kalimat itu sering terdengar di antara lautan manusia yang memadati Pendhapa Ageng Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Rabu (15/10/2014) malam. Hawa panas seiring berjubelnya penonton, memaksa mereka untuk bermandikan peluh. Teriakan-teriakan seperti di awal kalimat kembali menyeruak, tatkala penonton di baris depan tak mengindahkannya.

Namun, tensi tinggi itu berubah menjadi tawa, ketika dua layar di kanan-kiri panggung menampilkan sosok berkacamata, berjas, dan berpeci, yang sedang berorasi. “Kehadiran Saudara merupakan dukungan kepada saya untuk menjadi calon presiden. Ini merupakan cita-cita saya sejak kecil, dan cita-cita bapak saya juga,” ujarnya disambut gelak tawa.

Ya, video tersebut hanyalah parodi yang dibawakan oleh mendiang Pakdhe Emil bersama Pecas Ndahe-nya, dalam peringatan ulangtahun band humor itu, 2004 lalu. Memoar tersebut kembali diputar dalam perayaan HUT ke-21 grup asal Solo itu,

Celotehan dan aksi kocak para personil, membuat Ndaser (sebutan fans Pecas Ndahe) ger-geran. “Kita panggilkan bintang tamu dari LA,” ujar Doel Sumbing. Seketika itu penonton bergemuruh, melihat Max Baihaqi yang masuk dengan mengenakan kaos singlet dan celana kolor panjang.

Dengan percaya diri, ia menyanyikan “We Are the Champion”. Saat masih asyik menyanyikannya, nada sedikit berganti dengan tambahan lirik “Anoman Obong” dan “Aku Ra Popo”. Ciri khas dari grup yang berdiri pada 5 September 1993 itu, sontak memancing tawa. Apalagi saat Doel Sumbing menggelontorkan jokes  berbahasa Jawa yang tanpa “tedeng aling-aling”.

“Kenakalan” Pecas Ndahe terus berlanjut. Lagu “All of Me” tak ketinggalan diobrak-abrik. Lagu yang dipopulerkan oleh John Legend itu, di-medley dengan lagu “Iki Wek e Sapa”. Lirik pun diubah: “Irung mekrok, gone sapa, dek? Irung mekrok ya duwekku. Lambe ndomble, gone sapa, dek? Lambe ndomble ya duwekku. Sikil mlethek, gone sapa, dek? Sikil mlethek ya duwekku.”

Perhelatan bertema “Tak Ada Pantat yang Tak Retak” itu, mencapai puncak ketika Dodit Mulyanto naik panggung. Kemunculannya saat Pecas Ndahe memainkan “You Raise Me Up”, disambut sorak-sorai seribuan massa yang hadir.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...

Float hingga Efek Rumah Kaca Ramaikan Solo City Jazz ke-13 di Pamedan Pura Mangkunegaran

Soloevent.id - Solo City Jazz ke-13 kembali digelar pada 27 September 2025 dengan menghadirkan...

Solo City Jazz 2025 Hadirkan Musisi Local Pride Solo

Soloevent.id - Kota Solo tidak pernah sepi event seru setiap bulannya. Sabtu (27/9/2025) terdapat...