Friday, January 30, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMenunggu Datangnya Ketiadaan

Menunggu Datangnya Ketiadaan

Published on

- Advertisement -spot_img

MENUNGGU-DATANGNYA-KETIADAAN_

Pergelaran edisi keempat Mimbar Teater Indonesia kembali digulirkan. Selasa (23/9/2014) malam, Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) penuh sesak oleh penonton yang hadir. Seperti tema tahun ini, mereka seperti hendak diajak oleh penyaji hari pertama, untuk bersama-sama menanti datangnya Godot. Ya, “Waiting for Godot”, karya fenomenal Samuel Beckett, dipilih menjadi tajuk penyelenggaraan.

Kelompok Seni Macacarita diberi kehormatan untuk tampil membuka event tahunan ini. “Cerita Menunggu” adalah lakon yang diangkat oleh kelompok asal Solo tersebut. Dalam menunggu Godot –dalam repertoar itu disebut dengan Herucokro, ada sebuah adegan di panggug yang bercerita mengenai kejemuan menunggu sosoknya.

Ketidakjelasan tentang sosok Herucokro inilah yang memaksa para tokoh untuk berpikir kembali, bahwa sebenarnya yang mereka tunggu adalah ketiadaan. “Bertahun-tahun kita menunggu Ratu Adil. Itu hanyalah harapan semu! Menunggu hanyalah bagi orang-orang yang labil,” teriak Rizky “Tower”, salah seorang pemain, dalam salah satu adegan.

Ketika berbicara mengenai apakah Ratu Adil adalah rupa yang benar-benar dinanti kedatangannya, Agus Salim Bureg Umar selaku sutradara berpendapat, “Yang saya anggap Ratu Adil bukanlah sosok, melainkan kondisi. Kondisi yang sejahtera,” tuturnya ketika ditemui Soloevent usai acara.

Dari pementasan itu, ia ingin mengajak penonton untuk bergerak mencari, dan tidak menunggu hal yang tak pasti. Maka dari itu, sebagai penulis naskah pula, ia melakukan intertext (penggabungan naskah) antara “Waiting for Godot” dengan “Kapai-Kapai” karya Arifin C. Noer. “Karena kalau ‘Kapai-Kapai’ itu, penantian memang ada di sana, tapi langsung bergerak mencari,” tandasnya.

Mitos Ratu Adil yang digembar-gemborkan sebagai juru selamat, menurut Bureq merupakan perwujudan diri manusia sendiri. “Apa yang kita tunggu, sebenarnya ada di diri kita. Apa yang kita inginkan, itulah yang dicari,” tambahnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

Bukan Sekadar Fashion Show, Rotary Club Solo Buktikan Perayaan Ultah Bisa Sambil Bantu Sesama.

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary Rotary Club Solo Sriwedari ke-13 menggelar lomba batik...

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...