Thursday, February 19, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaSeni Tari Masih Mendominasi SIPA 2014

Seni Tari Masih Mendominasi SIPA 2014

Published on

- Advertisement -spot_img

SENI TARI MASIH MENDOMINASI SIPA 2014-post

Eksplorasi gerak menjadi menu utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2014 hari kedua yang berlangsung pada hari Jumat (12/9/2014). Tidak hanya tari kontemporer yang diangkat, beberapa delegasi tak segan untuk menampilkan seni tari tradisional. Salah satu penampil kearifan lokal tersebut yakni Sanggar Kumpulan Seni Seri Melayu asal Riau.

Membawakan “Berseri Melayu”, kelima penari dari kelompok seni tari yang berdiri pada 7 Oktober 2006 tersebut tampil mengenakan Baju Kurung Cekak Musang yang dipadu dengan kain sarung dan ikat kepala. Dari backsound tradisional mengalun lagu-lagu zapin yang rancak, lengkap dengan pantun khas Melayu. Maka para penari pun segera menampilkan joget Inang.
Keempatnya bertepuk tangan dan paha mengikuti irama mandolin, akordeon, dan tambur. Komposisi gerak yang disajikan menapaki babak akhir tatkala seorang dari mereka masuk membawa tikar. Lalu dibentangkannya tikar itu di lantai. Kemudian mereka bersama-sama berlari di tempat dengan gerak slow motion. Dengan tangan yang dikedepankan, mereka seperti ingin meraih sesuatu.

Penampilan tak kalah menarik dibawakan oleh Maya Dance Theatre dari Singapura. Mereka mengetengahkan kreasi berjudul “Roots”. Dalam Bahasa Indonesia, roots berarti akar. Ya, kemarin grup yang didirikan tahun 2007 itu menampilkan karya yang memasukkan unsur-unsur seni tari yang menjadi akar (baca: patokan) dari tiap kebudayaan.
Mereka membagi repertoar malam itu ke dalam beberapa sesi. Di sesi tersebut, mereka bertahap mengombinasikan tarian Bharata Natyam, Zen Dance, tari topeng Korea, Jawa, yang dikemas dengan latar suara khas ala gerakan yang dihadirkan. Sambutan hangat diberikan penonton saat salah seorang penari pria membawakan Bharata Natyam secara solo.

Selain kedua penampil di atas, pergeleran yang telah memasuki usia keenamnya ini, juga dimeriahkan oleh aksi energik maskot SIPA 2014, Yang Mulia Tunku Atiah. Bersama dua temannya yakni Stepharina dan Eva Tey, delegasi Malaysia tersebut membawakan karya berjudul “Secrets”. Dengan gerakan-gerakan cepat yang merupakan pengembangan balet, mereka seperti ingin menyampaikan bahwa ada saatnya keterkengan dalam diri manusia harus dapat dilepaskan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Symphony Ramadhan di Mercure Solo: Nikmati Harmoni Menu Dunia di Jantung Kota

Soloevent.id - Bulan Ramadhan identik dengan momen berbuka puasa bersama keluarga, rekan dan komunitas....

More like this

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Kegiatan Bersih-Bersih Menyambut Tahun Baru Imlek di Mangkunegaran

Surakarta,   14 Februari 2026. Mangkunegaran bersama komunitas Tionghoa di Surakarta mengadakan kegiatan Bersih-Bersih Mangkunegaran...