Thursday, May 14, 2026
HomeSeni dan BudayaSentuhan Magis Jin Hi Kim

Sentuhan Magis Jin Hi Kim

Published on

- Advertisement -spot_img

SENTUHAN-MAGIS-JIN-HI-KIM

Semerbak wangi dupa memenuhi ruang utama Bentara Budaya Balai Soedjatmoko malam itu, Kamis (21/8/2014). Di bagian tengah-depan panggung, tampak seorang yang sedang terbaring. Tubuhnya tertutup oleh kain putih panjang. Sementara di belakangnya tiga pemusik duduk bersila. Dua orang memainkan alat tiup beragam bentuk, sedangkan satu orang lainnya memetik alat musik yang menyerupai siter. Seluruh instrumen yang dimainkan merupakan alat musik tradisional berbagai daerah.

Komposisi alat musik itu seperti mengajak penonton untuk memasuki alam baru. Mereka saling bersahutan dan melengkapi. Karakter suara unik dari masing-masing instrumen menciptakan nuansa magis. Bukan magis dalam artian wingit, melainkan magis dalam sudut pandang aura (baca: spiritual).

Seiring suara yang saling berkembang dan tempo mencepat, seorang yang terbaring tadi kemudian bangun. Kain putih yang menutupinya, ia eksplor. Pemandangan indah tercipta tatkala lampu back yang dipasang menyorot tubuhnya yang tertutup kain putih. Siluet muncul, sebuah adegan yang mengingatkan kepada bayangan wayang kulit yang terbingkai dalam kelir.

Sang penari terlihat bergelut dengan kain putihnya. Ia menggulungnya, menyibaknya, membentangkannya. Ia seperti ingin mengabarkan bahwa ia ingin terbebas dari sesuatu. Seiring musik dan tarian bersatu, gerakan si penari yang berkostum hitam tersebut semakin bebas. Lenggokan tubuh dan tangannya menyiratkan ia sedang mengontrol pikiran, tubuh, dan jiwanya. Dan pada titik puncaknya adalah musik mengantarkan dirinya melebur menjadi satu bersama alam.

Empat paragraf di atas merupakan penggambaran pentas kolaborasi lintas bidang antara Jin Hi Kim, Suprapto Suryodarmo, Galih Nagasena, dan Misbach Daeng Bilok. Nama yang disebutkan di awal (Jin Hi Kim) merupakan musisi dengan segudang prestasi. Namanya moncer disebabkan dedikasinya dalam melestarikan salah satu instrumen tradisional Korea bernama geomungo (dibaca komungo), sebuah alat musik petik bersenar enam yang memiliki 16 fret.

SENTUHAN MAGIS JIN HI KIM2

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Benning Aesthetic Clinic Solo Rayakan Anniversary ke-16 : Defining The Future of Beauty

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary ke-16, Benning Aesthetic Clinic Solo menggelar pameran spektakuler...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

Indonesia’s Horse Racing 2026 Hadirkan Pacuan Kuda, Budaya Jawa, dan Hiburan Modern di Tegalwaton

Tegalwaton – Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dipadati sekitar 30.000 pengunjung...

More like this

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

26 Delegasi Dari 23 Daerah Siap Meriahkan Event Semarak Budaya Indonesia 2026

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman...

Libatkan 7.750 Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Sudah Kantongi Sertifikasi World Athletics

Soloevent.id - Mangkunegaran Run 2026 kembali digelar di Kota Solo, Minggu (3/5/2026). Ajang lari...