Friday, July 3, 2026
HomeSeni dan BudayaSentuhan Magis Jin Hi Kim

Sentuhan Magis Jin Hi Kim

Published on

- Advertisement -spot_img

SENTUHAN-MAGIS-JIN-HI-KIM

Semerbak wangi dupa memenuhi ruang utama Bentara Budaya Balai Soedjatmoko malam itu, Kamis (21/8/2014). Di bagian tengah-depan panggung, tampak seorang yang sedang terbaring. Tubuhnya tertutup oleh kain putih panjang. Sementara di belakangnya tiga pemusik duduk bersila. Dua orang memainkan alat tiup beragam bentuk, sedangkan satu orang lainnya memetik alat musik yang menyerupai siter. Seluruh instrumen yang dimainkan merupakan alat musik tradisional berbagai daerah.

Komposisi alat musik itu seperti mengajak penonton untuk memasuki alam baru. Mereka saling bersahutan dan melengkapi. Karakter suara unik dari masing-masing instrumen menciptakan nuansa magis. Bukan magis dalam artian wingit, melainkan magis dalam sudut pandang aura (baca: spiritual).

Seiring suara yang saling berkembang dan tempo mencepat, seorang yang terbaring tadi kemudian bangun. Kain putih yang menutupinya, ia eksplor. Pemandangan indah tercipta tatkala lampu back yang dipasang menyorot tubuhnya yang tertutup kain putih. Siluet muncul, sebuah adegan yang mengingatkan kepada bayangan wayang kulit yang terbingkai dalam kelir.

Sang penari terlihat bergelut dengan kain putihnya. Ia menggulungnya, menyibaknya, membentangkannya. Ia seperti ingin mengabarkan bahwa ia ingin terbebas dari sesuatu. Seiring musik dan tarian bersatu, gerakan si penari yang berkostum hitam tersebut semakin bebas. Lenggokan tubuh dan tangannya menyiratkan ia sedang mengontrol pikiran, tubuh, dan jiwanya. Dan pada titik puncaknya adalah musik mengantarkan dirinya melebur menjadi satu bersama alam.

Empat paragraf di atas merupakan penggambaran pentas kolaborasi lintas bidang antara Jin Hi Kim, Suprapto Suryodarmo, Galih Nagasena, dan Misbach Daeng Bilok. Nama yang disebutkan di awal (Jin Hi Kim) merupakan musisi dengan segudang prestasi. Namanya moncer disebabkan dedikasinya dalam melestarikan salah satu instrumen tradisional Korea bernama geomungo (dibaca komungo), sebuah alat musik petik bersenar enam yang memiliki 16 fret.

SENTUHAN MAGIS JIN HI KIM2

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Jamming Session Road to Intimate Concert Sandhy Sondoro di Canting Londo Kitchen – Hotel Zigna Kampung Batik

Soloevent.id - Zigna Kampung Batik Laweyan akan menggelar acara musik berkualitas dengan menghadirkan musisi...

Lomba Cerdas Cermat “Jawara Kenduren” Meriahkan Event Adikarya Fest Kenduren UMKM 2026

Soloevent.id - Bank Indonesia Solo kembali menggelar acara Adikarya Fest Semarak Kenduren UMKM 2026...

Atraksi Komunitas Solo Roller Blade, BMX dan Skateboard Meriahkan HUT Solo Car Free Day ke-16

Soloevent.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Solo Car Free Day Solo Digelar Secara Meriah...

More like this

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

Solo Heritage Festival 2026 Hadirkan Panggung Awarding di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Solo Heritage Festival 2026 kembali digelar pada Jumat-Minggu (12-14/6/2026) di Taman Balekambang...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...