Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaKasmaji Sajikan Babad Sala

Kasmaji Sajikan Babad Sala

Published on

- Advertisement -spot_img

KASMAJI-SAJIKAN-BABAD-SALA

Ikatan Alumni SMA Siji (Kasmaji) dan SMA Negeri 1 Solo pada Minggu, 10 Agustus 2014, menggelar pementasan ketoprak dengan lakon Babad Sala. Mereka juga turut mengajak berpartisipasi beberapa pegiat seni tradisi dari Ketoprak Ngampung Balekambang, Wayang Orang Sriwedari, Intitut Seni Indonesia (ISI) Solo, dan SMK Negeri 8 Solo (SMKI).

Pentas Babad Sala bertempat di Gedung Wayang Orang Sriwedari. Pentas yang disutradai oleh Dwi Susanto ini berkisah tentang sejarah berdirinya Kota Solo. Pentas  dimulai pukul 20.30 WIB, dibagi ke dalam empat babak. Di akhir babak, Dwi Susanto selaku sutradara memberikan kritikan terhadap Keraton Surakarta kini.

Dikisahkan di babak itu, sekelompok pemuda yang sedang terlibat tawuran hendak dilerai oleh seorang tumenggung. Namun wejangan dari tumenggung tidak digubris sama sekali oleh  mereka. Malahan, mereka membalikkan kata-kata tumenggung tersebut. “Piye arep nggugu? Nyatane kratone sampeyan mboten rukun og. Wis, rampungna masalah kratonmu sik!” semprot seorang pemuda.

Ketika ditanyai mengenai adegan itu, Dwi Mustanto memang sengaja menempatkan kritikan terhadap kondisi keraton pada saat ini. “Tumenggung saat ini jelas berbeda dengan tumenggung pada masa lalu. Piye arep digugu lha wong keratonmu dhewe kerep gelut og,” terangnya.

Ditemui sebelum acara berlangsung, Pimpinan Produksi Babad Sala, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa dengan adanya Babad Sala, diharapkan mampu  menambah wawasan para pemuda tentang sejarah  kota mereka. “Biar pemuda lebih tahu asal mula Kota Solo seperti apa, nggak hanya asal numpang nama di sini aja,” jelasnya.

 

Foto: Dokumentasi Babad Sala

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...