Friday, February 20, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaAsal Usul Cerita Topeng Panji

Asal Usul Cerita Topeng Panji

Published on

- Advertisement -spot_img

topeng-panji

Topeng tak sekedar perwujudan dari sebuah sifat yang menakutkan ataupun menyimpan banyak rahasia. Topeng juga disajikan lewat sebuah karya seni tarian yang selalu menyimpan cerita mistis. Topeng menyajikan sebuah tarian, pewayangan, maupun drama dengan lakon berbeda. Tari yang berasal dari Kota Cirebon mempunyai pesan terselubung baik dari warna, jumlah topeng, maupun jumlah gamelan yang mengiringi pertunjukkan tari tersebut. Jumlah keseluruhan topeng ada 9 buah, yaitu panji, samba, rumyang, patih, rahwana, pentul, samblep, jinggananom, dan aki-aki. Dari kesembilan topeng ini hanya 5 yang pokok yakni panji, samba, rumyang, patih, dan kelana. Topeng panji sendiri dapat dikatakan sebagai kesucian bayi karena warnanya yang putih.

Cerita panji beraneka macam ragamnya, awal mulanya ada seorang raja bernama Prabu Bramawijaya kehilangan seorang puterinya. Sang puteri kabur dari istana karena enggan dijodohkan dengan lelaki yang tak pernah ia cintai. Akhir cerita sang Prabu memerintahkan Panji Asmorobangun menyamar menjadi rakyat biasa untuk menemukan puterinya Dewi Sekartaji. Alkisah, keduanya saling mencintai.

Panji sendiri dapat disimpulkan sebagai cerita rakyat yang berkembang dengan berbagai versi mengikuti disetiap jamannya. Ande lumut, bawang merah bawang putih, timun mas, dan lainnya merupakan sekumpulan dari cerita panji yang tersaji menjadi legenda jawa. Panji juga dapat dikatakan sebagai sebuah cerita dalam drama wayang seperti Ramayana dan Mahabrata. Cerita Panji juga dimunculkan sebagai identitas kebesaran raja-raja yang pernah berkuasa di tanah jawa.

Topeng panji sendiri di deskripsikan sebagai topeng putih yang ornamen, motif, serta hiasannya terlihat berupa stilasi bunga-bunga dan sulur seperti kembang kliyang dan bunga tiba. Mencerminkan sikap menunduk dan luruh panji terlihat sebagai sosok yang paling suci mewakili semua sifat dalam 4 arah angin. Hidungnya digambarkan lurus, kecil, dan lancip. Karena semakin besar bentuk hidung atau semakin mancung menggambarkan bahwa sosok panji adalah sosok yang kuat dan gagah. Pada dasarnya cerita panji adalah sekumpulan cerita pada masa Hindu-Budhha di Jawa yang berkisar tentang kisah asmara Panji Asmorobangun dengan Dewi Sekartaji.

So, dapat disimpulkan bahwa cerita topeng panji adalah turunan dari kisah asmara Panji dan Dewi Sekartaji yang berkembang di legenda Jawa.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Symphony Ramadhan di Mercure Solo: Nikmati Harmoni Menu Dunia di Jantung Kota

Soloevent.id - Bulan Ramadhan identik dengan momen berbuka puasa bersama keluarga, rekan dan komunitas....

More like this

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Kegiatan Bersih-Bersih Menyambut Tahun Baru Imlek di Mangkunegaran

Surakarta,   14 Februari 2026. Mangkunegaran bersama komunitas Tionghoa di Surakarta mengadakan kegiatan Bersih-Bersih Mangkunegaran...