Wednesday, July 29, 2026
HomeSeni dan BudayaFestival Jenang Solo Ditunda

Festival Jenang Solo Ditunda

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Festival Jenang Solo 2014 kali ditunda pelaksanaannya sampai tanggal 23 – 24 Februari 2014 dari rencana semula digelar Minggu, 16 Februari 2014 dan Senin  17 Februari 2014. Hal ini mengingat masih tebalnya tumpukan abu vulkanik erupsi Gunung Kelud pasca hujan abu yang mengguyur Kota Solo dan sekitarnya, Jumat (14/2/2014).

Ketua Panitia Festival Jenang Solo 2014, Slamet Raharjo mengatakan, pelaksanaan festival diundur menjadi tanggal 23 Februari 2014 atau hari Minggu pekan depan, dengan pertimbangan keamanan dan kesehatan masyarakat.

“Kita sepakat dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk menunda pelaksanaan Festival Jenang. Karena keadaan memang tidak memungkinkan. Kita juga memikirkan keamanan dan keselamatan masyarakat dan panitia,” kata Slamet, Sabtu (15/2/2014). Akibat abu vulkanik yang menyelimuti Kota Solo sejak kemarin, jarak pandang di jalan menjadi sangat terbatas. Di samping itu, polusi udara yang ditimbulkan juga dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Upaya pembersihan Jalan Slamet Riyadi dan Koridor Ngarsapura masih dilakukan Pemkot Solo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo serta masyarakat yang turut ambil bagian. Namun nampaknya upaya tersebut belum memberikan hasil yang maksimal. Meskipun cukup mengurangi debu yang beterbangan, namun polusi udara dirasa masih sangat mengganggu.

Selain Festival Jenang, beberapa agenda Kota Solo di bulan Februari ini juga ditunda. Pelaksanaan upacara hari jadi Kota Solo pada Senin (17/2/2014), Solo Carnaval serta Kirab Wayang dari koridor Ngarsopuro hingga koridor Jenderal Sudirman (Jensud) juga terpaksa ditunda hingga kondisi Solo kembali normal.

“Event-event di Solo kita tunda semua sampai kondisi di Solo aman dan nyaman dari polusi debu Gunung Kelud kecuali Tanding Gending nanti malam. Itu tetap kita gelar sebagai penggalangan dana untuk bantuan korban Gunung Kelud,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Menurut Rudy, penundaan tersebut tidak akan mengakibatkan kerugian yang signifikan. Pasalnya tidak ada pengeluaran yang tidak terpakai karena penundaan tersebut. “Kan tidak ada yang dibuang. Paling hanya kerugian moril saja karena acara ditunda,” kata Rudy.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Fashion & Luncheon “Elegance in Heritage”, Perpaduan Kebaya, Batik, dan Kuliner Nusantara di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.Id - Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan...

Ada Fosil Dinosaurus Asli 20 Meter! Tahir Solo Museum Resmi Dibuka.

Soloevent.id - Tahir Solo Museum (Culture, Science and Technology) resmi dibuka pada Sabtu (25/7/2026)...

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

More like this

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...