Tuesday, October 27, 2026
HomeSeni dan BudayaWisata Malam Kota Solo: Nonton Wayang Orang Sriwedari

Wisata Malam Kota Solo: Nonton Wayang Orang Sriwedari

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Kota Solo kental dengan budaya dan seni pertunjukan. Salah satunya bisa kamu temukan di kawasan Sriwedari, tepatnya di Gedung Wayang Orang Sriwedari. Gedung tersebut didirikan berbarengan dengan Taman Sriwedari pada masa Sri Susuhunan Pakubowono X.

Hingga sekarang, gedung tersebut masih aktif dan terus menggelar pementasan wayang orang. Pertunjukan diadakan tiap Senin-Sabtu, mulai jam 20.00 WIB. Sembari menunggu tirai panggung dibuka, mungkin kamu bisa jagongan di lobi gedung sambil ngemil kacang atau menyeruput wedang ronde yang dijajakan pedagang kaki lima. Bisa juga melihat-lihat galeri foto pertunjukan Wayang Orang Sriwedari dari masa ke masa di bagian dalam gedung.

Pementasan berlangsung kurang lebih dua jam. Hampir seluruh dialog memakai bahasa Jawa. Tapi tenang, buat kamu yang enggak paham bahasa Jawa, pemimpin pertunjukan bakal lebih dulu memberi informasi sekilas mengenai alur cerita. Penonton juga bakalan dihibur oleh beragam atraksi dan kualitas akting mumpuni para pemain Wayang Orang Sriwedari.

Cerita yang dipentaskan berbeda-beda tiap harinya. Bisa mengambil lakon dari kisah Mahabarata atau Ramayana. Saat mementaskan cerita dari epos Mahabarata, ada empat ikon yang selalu muncul, yakni  Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Keempat tokoh ini disebut Punakawan, Celotehan-celotehan mereka kerap membuat para penonton tertawa.

Biasanya mereka muncul setelah babak utama ketika cerita yang ditampilkan mulai menegang. Babak tersebut dinamakan goro-goro, yang mengajak penonton bersantai sejenak sambil menerka kira-kira bagaimana kelanjutan kisah utama. Tak hanya guyonan, Punakawan juga kerap memberi nasihat kepada penonton.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik sehabis menonton pertunjukan wayang orang. Salah satunya adalah bagaimana tabiat baik atau buruk manusia akan kembali pada pribadi masing-masing. Kadangkala di antara fragmen cerita ditampilkan tembang Macapat sesuai jalannya cerita. Misalnya “Megatruh”.  Tembang yang menunjukan peristiwa kematian itu dinyanyikan saat ada tokoh meninggal. Sebaliknya, saat para pemain sedang bahagia akan dinyanyikan tembang “Dhandanggula”.



Tertarik nonton Wayang Orang Sriwedari? Dikutip dari akun Instagram @wayang_wong_sriwedari, tiket pertunjukan bisa didapatkan seharga Rp5.000,00 (ekonomi dan balkon), Rp7.5000,00 (reguler, pososinya ada di bagian tengah) dan Rp10.000,00 (VIP, paling depan).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Pekan Se.Daya.Di.Surakarta 2026 Hadirkan 7 Program Lokakarya, Pertunjukan Kesenian Hingga Boga

Soloevent.id - Taman Balekambang menjadi ruang pertemuan pekan Se.Daya.Di.Surakarta pada tanggal 1-7 November 2026....

Solo Documentary Film Festival 2026, Hadirkan Ruang Perayaan Bagi Pembuat Film Dokumenter

Soloevent.id - Solo Documentary Festival kembali digelar pada Jumat-Minggu (23-25/10/2026) di Hook Omah Sinten...

Nusantara Berwastra! Malam Penobatan Duta Budaya Indonesia 2026 di Balekambang Solo

Soloevent.id - Budaya adalah warisan sebuah bangsa tanpa budaya sebuah bangsa tak akan memiliki...

More like this

Pekan Se.Daya.Di.Surakarta 2026 Hadirkan 7 Program Lokakarya, Pertunjukan Kesenian Hingga Boga

Soloevent.id - Taman Balekambang menjadi ruang pertemuan pekan Se.Daya.Di.Surakarta pada tanggal 1-7 November 2026....

Solo Documentary Film Festival 2026, Hadirkan Ruang Perayaan Bagi Pembuat Film Dokumenter

Soloevent.id - Solo Documentary Festival kembali digelar pada Jumat-Minggu (23-25/10/2026) di Hook Omah Sinten...

Nusantara Berwastra! Malam Penobatan Duta Budaya Indonesia 2026 di Balekambang Solo

Soloevent.id - Budaya adalah warisan sebuah bangsa tanpa budaya sebuah bangsa tak akan memiliki...