Tuesday, September 22, 2026
HomeSeni dan BudayaWisata Malam Kota Solo: Nonton Wayang Orang Sriwedari

Wisata Malam Kota Solo: Nonton Wayang Orang Sriwedari

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Kota Solo kental dengan budaya dan seni pertunjukan. Salah satunya bisa kamu temukan di kawasan Sriwedari, tepatnya di Gedung Wayang Orang Sriwedari. Gedung tersebut didirikan berbarengan dengan Taman Sriwedari pada masa Sri Susuhunan Pakubowono X.

Hingga sekarang, gedung tersebut masih aktif dan terus menggelar pementasan wayang orang. Pertunjukan diadakan tiap Senin-Sabtu, mulai jam 20.00 WIB. Sembari menunggu tirai panggung dibuka, mungkin kamu bisa jagongan di lobi gedung sambil ngemil kacang atau menyeruput wedang ronde yang dijajakan pedagang kaki lima. Bisa juga melihat-lihat galeri foto pertunjukan Wayang Orang Sriwedari dari masa ke masa di bagian dalam gedung.

Pementasan berlangsung kurang lebih dua jam. Hampir seluruh dialog memakai bahasa Jawa. Tapi tenang, buat kamu yang enggak paham bahasa Jawa, pemimpin pertunjukan bakal lebih dulu memberi informasi sekilas mengenai alur cerita. Penonton juga bakalan dihibur oleh beragam atraksi dan kualitas akting mumpuni para pemain Wayang Orang Sriwedari.

Cerita yang dipentaskan berbeda-beda tiap harinya. Bisa mengambil lakon dari kisah Mahabarata atau Ramayana. Saat mementaskan cerita dari epos Mahabarata, ada empat ikon yang selalu muncul, yakni  Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Keempat tokoh ini disebut Punakawan, Celotehan-celotehan mereka kerap membuat para penonton tertawa.

Biasanya mereka muncul setelah babak utama ketika cerita yang ditampilkan mulai menegang. Babak tersebut dinamakan goro-goro, yang mengajak penonton bersantai sejenak sambil menerka kira-kira bagaimana kelanjutan kisah utama. Tak hanya guyonan, Punakawan juga kerap memberi nasihat kepada penonton.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik sehabis menonton pertunjukan wayang orang. Salah satunya adalah bagaimana tabiat baik atau buruk manusia akan kembali pada pribadi masing-masing. Kadangkala di antara fragmen cerita ditampilkan tembang Macapat sesuai jalannya cerita. Misalnya “Megatruh”.  Tembang yang menunjukan peristiwa kematian itu dinyanyikan saat ada tokoh meninggal. Sebaliknya, saat para pemain sedang bahagia akan dinyanyikan tembang “Dhandanggula”.



Tertarik nonton Wayang Orang Sriwedari? Dikutip dari akun Instagram @wayang_wong_sriwedari, tiket pertunjukan bisa didapatkan seharga Rp5.000,00 (ekonomi dan balkon), Rp7.5000,00 (reguler, pososinya ada di bagian tengah) dan Rp10.000,00 (VIP, paling depan).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...