Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeMusikWaldjinah, Sang Diva Keroncong

Waldjinah, Sang Diva Keroncong

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – “Walang kekek, Menclok neng tenggok. Mabur maneh, Menclok nang pari. Ojo ngenyek yo mas, Karo wong wedhok. Yen ditinggal lunga, Setengah mati.”

Bila anda penggemar musik Keroncong, pasti sudah tidak asing dengan penyanyi lagu Walang Kekek tersebut. Waldjinah, diva Keroncong tahun 1960-an yang masih menjadi kebanggaan Indonesia. Karir Waldjinah melejit sejak menjadi juara 1 Bintang Radio Indonesia tahun 1965. Momen itupun menjadi kenangan terindah bagi Waldjinah karena piala kejuaraan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia kala itu, Soekarno.

Tidak hanya terkenal di negeri sendiri, Waldjinah juga popular di mancanegara. Sebut saja Malaysia, Singapura, Hongkong, Selandia Baru, Yunani, Inggris, Jepang, Belanda dan Suriname. Selain menyanyi keroncong, Waldjinah pun mahir dalam menciptakan lagu. Beberapa karyanya yang masyhur antara lain ‘Yen Ing Tawang’, ‘Bengawan Solo’, ‘Walang Kekek’, ‘Suwe Ora Jamu’.

Waldjinah pertama kali sadar akan kemampuannya saat ia menyanyikan lagu keroncong ketika usia 12 tahun. Bertahun-tahun menyanyikan keroncong dan langgam Jawa, penyanyi keroncong asal Solo ini menemukan kecintaan dan kebahagiaan dengan sendirinya. Pengalaman bernyanyi di banyak negara hingga aneka penghargaan pun telah Waldjinah dapatkan. Waldjinah pun juga  dianugrahi Lifetime Achievement di Anugerah Musik Indonesia 2013.

Kelegendarisan Waldjinah rupanya membuat salah satu perusahaan rekaman di Jakarta berniat mengusulkan namanya menjadi nama Museum Keroncong. Usulan tersebut saat ini tengah dalam pembicaraan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Di kediamannya Jl. Parang Cantel, Kampung Mangkuyudan, Solo, Waldjinah yang saat itu masih dalam perawatan home care ditemani anaknya Ari Mulyono menganggapi usulan tersebut. ”Kami bisa menerima usulan museum keroncong saja, karena banyak seniman keroncong yang punya nama besar, seperti almarhum Pak Gesang dan lain-lain”,tutur Ari Mulyono.

 

Sumber foto : youtube.com

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...

Float hingga Efek Rumah Kaca Ramaikan Solo City Jazz ke-13 di Pamedan Pura Mangkunegaran

Soloevent.id - Solo City Jazz ke-13 kembali digelar pada 27 September 2025 dengan menghadirkan...

Solo City Jazz 2025 Hadirkan Musisi Local Pride Solo

Soloevent.id - Kota Solo tidak pernah sepi event seru setiap bulannya. Sabtu (27/9/2025) terdapat...