Wednesday, April 1, 2026
spot_img
HomeFilmTantangan Besar Aquino Umar Main Di Film Ketika Mas Gagah Pergi

Tantangan Besar Aquino Umar Main Di Film Ketika Mas Gagah Pergi

Published on

- Advertisement -spot_img

TANTANGAN AQUINO UMAR DI FILM KETIKA MAS GAGAH PERGI

Bagi Aquino Umar, bermain di film Ketika Mas Gagah Pergi punya tantangan yang besar. Tokoh Gita yang diperankannya, sangat berkebalikan dengan pribadinya. Gita adalah seorang perempuan tomboy, sementara Noy – panggilan Aquino Umar – di kesehariannya adalah perempuan yang feminim.

“Aku tadinya feminim, rambutku panjangnya sepinggang. Sehabis jadi Gita, rambutku dipotong cepak,” bebernya, dalam jumpa pers di Kedai Cobek Solo Grand Mall, Kamis (28/1/2016). Agar meresapi peran sebagai wanita tomboy, Noy belajar taekwondo dan basket. Bahkan, ia harus mengganti parfum yang punya wangi maskulin. “Biasanya aku pake rok, tiba-tiba ganti celana. Terus aku juga nggak centil lagi. Aku pun belajar cara jalan ala anak tomboy,” kata dia.

Bersama tiga pemeran lainnya – Hamas Syahid Izzudin, Izzah Ajrina dan Masaji Wijayanto, Noy dikarantina selama tiga bulan agar chemistry  antarmereka terbangun. “Awalnya kaku saat pertama kali ketemu mereka. Gara-gara dikarantina, nggak kaku lagi,” jelas perempuan kelahiran 22 April 1995 tersebut.

Baca juga : Trik sutradara Ketika Mas Gagah Pergi mengganti scene Palestina

Sebagai pendatang baru di kancah layar lebar Indonesia, Noy awalnya merasa takut saat harus beradu peran dengan beberapa aktor/aktris senior, yang ikut main di Ketika Mas Gagah Pergi. “Awalnya takut, ‘Aduh kalau salah gimana ini?’ Aku takut juga kalau mereka beranggapan, ‘Gimana sih pendatang baru salah-salah mulu’,” kata dia. Namun, ketakutannya ternyata tidak terbukti. “Mereka itu baik-baik orangnya. Sebelum syuting juga ada diskusi sama mereka. Aku jadi dapet ilmu,” tandasnya.

Ketika Mas Gagah Pergi adalah film layar lebar kedua Noy. Sebelumnya, ia sempat membintangi Coboy Junior the Movie.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...

30 Tahun Miles Films: Merayakan Musik, Sinema, dan Memori di Lokananta

Soloevent.id - Galeri Lokananta menggelar Pameran kolaborasi unik berbagai komunitas bertajuk "Lorong Antara Kita"....

More like this

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

GUMREGAH! Sinema Akhir Tahun #10 ISI Solo: Seruan Bangkit Lewat Karya, Targetkan Panggung Internasional.

Soloevent.id - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Program Studi (Prodi) Film Institut Seni...

Dekade Kreativitas: Sinema Akhir Tahun ke-10 ISI Surakarta Rayakan Inovasi Film!

Festival Film Sinema Akhir Tahun #10 resmi dibuka hari ini Rabu (12/11) di Teater...