Monday, May 25, 2026
HomeSeni dan BudayaPayung Dari Masa Ke Masa

Payung Dari Masa Ke Masa

Published on

- Advertisement -spot_img

FESTIVAL-PAYUNG-001

 

Soloevent.idSiapa tak kenal payung?  Bisa dibilang payung bukan hanya benda pelindung guyuran air hujan dan terik matahari. Lebih dari itu, payung merupakan benda yang selalu ada dari waktu lampau hingga sekarang. Di beberapa era, payung menjadi simbol kebangsawanan.

 

Umbrella, begitulah mereka menyebut payung dalam bahasa Inggris. Kata Umbrella terdengar indah. Saat mengucapkannya, pikiran melayang ke payung putih berenda seperti yang dipegang oleh perempuan ningrat Eropa di masa lalu  yang dokumentasinya terekam dalam beberapa foto hitam putih yang ada di buku sejarah bangsa ini.

 

Sewaktu perempuan bertopi beludru dan bergaun rok lebar itu memegang payung, tak jauh darinya ada perempuan pribumi berkain kemben tampak kepanasan karena ia tak punya payung atau pun topi. Malah kadang perempuan pribumi itu memegangkan payung dan memberi keteduhan bagi si perempuan Eropa berkulit putih.

 

Selain sebagai simbol status sosial, payung juga menjadi inspirasi dalam berkarya. Tari Bondan salah satunya. Tarian khas Solo ini ditarikan seorang bocah dengan menggendong boneka di bahu kiri dan tangan kanannya membawa kendi dari tanah liat. Payung yang sedang mekar menyender di pundaknya.

 

Di tengah tarian, kaki si bocah menaiki kendi itu sambil terus menari. Lalu di akhir tarian, kendi dari tanah  itu dipecahkan. Tari Bondan adalah tarian klasik yang jarang dipertunjukkan lagi. Dulu tari itu sering dipertunjukkan di tengah hajatan pengantin jawa untuk menghibur para tamu yang sedang menikmati sup manten.

 

Nah, biar rasa penasaranmu tentang payung sedikit berkurang, mampir saja ke Festival Payung Indonesia 2017. Di sana kamu bisa melihat-lihat tentang beragamnya jenis payung yang ada di Indonesia. Ada juga pameran foto payung Nusantara tempo dulu dan foto-foto payung yang ada di relief candi-candi di era kerajan Hindu dan Buddha dahulu.

 

Teks: Puitri Hatiningsih

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

Meski Balon Udara Gagal Terbang, Warga Tetap Padati Alun-Alun Utara Solo

Soloevent.id - Belasan balon udara yang disiapkan manajemen Bank Jateng Syariah Cabang Solo dalam...

Dari Kuliner Viral sampai Guyon Waton, Ini Keseruan Uleg Bazar Kuliner 2026 di Mangkunegaran

Soloevent.id - Uleg Bazar Kuliner (UBK) 2026 digelar pada 14 hingga 17 Mei 2026...

More like this

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...